PAK HARTO : TIRU YANG BAIK DARI ALMARHUMAH

PAK HARTO : TIRU YANG BAIK DARI ALMARHUMAH[1]

 

Jakarta, Republika

Peringatan setahun wafatnya Ibu Tien Soeharto di kediaman Jl. Cendana Jakarta semalam berlangsung khidmad. Acara dimulai dengan shalat Maghrib berjamaah, dilanjutkan tadarus Alquran, shalat Isya, pembacaan surat Yasin dan tahlilan, berakhir pukul 20.30.

Tampak hadir Wapres Try Sutrisno, mantan Wapres Sudharmono dan Umar Wirahadikusuma, serta sejumlah menteri.

“Dengan kehadiran ini, saudara-saudara, bersama-sama kami sekeluarga, turut serta melaksanakan langkah sesuai ajaran agama.” ucap Pak Harto dalam sambutannya.

Semua itu, kata Pak Harto, ditujukan untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar arwah almarhumah diampuni dan diterima di sisi Tuhan.

“Kami sekeluarga,” sambung Pak Harto, “tidak bisa memberi apapun kecuali memohon agar amal saudara diterima Tuhan dan diberi kekuatan melanjutkan perjuangan almarhumah, meniru yang baik dari almarhumah, namun yang tidak baik jangan ditiru karena manusia tak lepas dari kekurangan.”

Acara serupa berlangsung di Ndalem Kalitan, Solo, tadi malam. Hujan lebat mengguyur usai Maghrib dan usai menjelang acara mulai pukul 19.10 WIB.

Peringatan di sini berlangsung sederhana. KH. Lukman Sutyani, petugas Depag Kodya Solo, hanya butuh 40 menit untuk memimpin acara. Sekitar 1.500 santri dan tamu mengisi ruang Pringgitan, Pendopo, dan Dalem Ageng Ndalem Kalitan.

Menurut rencana, hari ini Pak Harto dan keluarga berangkat ke Solo untuk berziarah di makam almarhumah Ibu Tien.

Sumber : REPUBLIKA (16/04/1997)

_______________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 688.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.