PAK HARTO SENYUM-SENYUM SAJA

PAK HARTO SENYUM-SENYUM SAJA

 

Jakarta, Suara Karya

Ny. Hartini Soekarno, janda almarhum Bung Karno, merasa lega bahwa kabar tentang perkawinan Pak Harto ternyata hanya gosip belaka.

“Saya tahu dari koran yang dibantah oleh Pak Probo baru-baru ini. Tapi saya sudah menduga sebelumnya bahwa itu hanya isapan jempol yang sengaja diembus oleh pihak-pihak lain untuk menjatuhkan martabat Pak Harto,” kata Ny. Hartini dalam percakapan dengan Suara Karya, Senin malam (5/5), setelah siangnya ia bersama janda-janda pahlawan nasional lainnya di terima Pak Harto di lstana Merdeka Jakarta.

Empat janda pemimpin bangsa yakni, Ny. Hartini Soekarno, Ny. Rahmi Hatta, Ny. Nelly Adam Malik, dan Ny. Poppy Syahrir diterima Pak Harto dalam rangka silaturahmi. Rasa lega itu juga diungkapkan ketiga janda lainnya, dalam pertemuan dengan Pak Harto tersebut. Ketika hal itu ditanyakan kepada Pak Harto, katanya, Pak Harto hanya senyum-senyum saja.

“Saya memang tidak yakin kalau Pak Harto punya keinginan menikah lagi, setidak-tidaknya. dalam waktu yang begitu singkat setelah menduda,” ujar Ny. Hartini. Jawaban yang sama juga dilontarkan oleh Ny. Rahmi dan Ny. Nelly, ketika hal itu ditanyakan oleh Suara Karya, Senin malam.

“Kalau Pak Harto jadi menikah lagi, kan konsentrasi beliau untuk memimpin bangsa dan negara kita menjadi terpecah-pecah . Selain itu Pak Harto kan sangat menyayangi keluarga. Karena itu rasanya kok kecil sekali kemungkinan beliau ingin menikah lagi,” kata Ny. Hartini.

Menurut Ny. Rahmi, pertemuan mereka (para janda tersebut) dengan Pak Harto lebih bersifat kekeluargaan. Satu persatu Pak Harto menanyakan tentang kesehatan dan keadaan keluarga masing-masing.

“Ini menunjukkan betapa besar perhatian Pak Harto terhadap keadaan para janda pahlawan tersebut.” ujar Ny Rahmi.

Pertemuan para janda pahlawan dengan Pak Harto menanyakan tentang kesehatan dan keadaan keluarga masing-masing.

“Ini menunjukkan betapa besar perhatian Pak Harto terhadap keadaan para janda pahlawan tersebut,” ujar Ny. Rahmi.

Pertemuan para janda pahlawan dengan Pak Harto seperti itu, memang bukan pertama kali. Paling tidak dalam acara kenegaraan seperti Peringatan Hari Kemerdekaan RI, mereka selalu diundang. Tetapi kali ini mereka diterima secara khusus, sehingga mempunyai kesan khusus pula.

Sementara itu Ny. Nelly Adam Malik menilai, pertemuan dengan Pak Harto tersebut sebagai kelanjutan dari hubungan silaturahmi yang semenjak dulu dijalin erat oleh almarhumah lbu Tien Soeharto.

“Perhatian lbu Tien terhadap nasib kami begitu besar. Nah sekarang tampaknya dilanjutkan oleh Pak Harto.”

Dalam pertemuan tersebut ketiga janda itu juga menyatakan, berbagai nasehat diberikan Pak Harto kepada mereka, terutama tentang soal menjaga kesehatan.

“Pak Harto berpesan, kalau ada yang sakit dan ingin berobat, jangan segan-segan menghubungi pihak Sekretariat Negara. Akan dibantu dengan sepenuh hati,” ujar Ny. Rahmi.

Tentang tunjangan pensiun dan berbagai fasilitas yang mereka terima dari Pemerintah, baik Ny. Hartini, Ny. Rahmi maupun Ny. Nelly, menilai sudah memadai, walaupun menurut mereka belum benar-benar mencukupi.

“Kalau nuruti cukupnya lha ya nggak ada habisnya.”

Menurut Ny Nelly dan Ny Rahmi, mereka mendapat fasilitas pinjaman mobil.

Selain itu biaya listrik dan air serta telepon, juga ditanggung oleh pemerintah, termasuk biaya pengobatan. Selain tunjangan pensiun dari para suami mereka menyatakan juga memperoleh bantuan dari anak-anaknya.

Janda-janda pahlawan tersebut menyatakan bangga dan terharu atas perhatian Pemerintah terhadap mereka. Mereka tidak menyangka akan diterima secara khusus oleh Presiden . (Yon s AR).

Sumber: SUARA KARYA (06/05/1997)

________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 706-707.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.