PAK HARTO SEHAT-SEHAT SAJA

PAK HARTO SEHAT-SEHAT SAJA[1]

 

Jakarta, Suara Karya

Presiden Soeharto tersenyum-senyum mendengar laporan bahwa dirinya diisukan meninggal dunia. Mensesneg Moerdiono spontan menyampaikan isu yang merebak itu, karena menjelang bertemu dengan Kepala Negara di Jalan Cendana, Selasa, Moerdiono setidaknya 3 kali mendapat telepon dari koleganya yang menanyakan kebenaran isu tersebut.

“Bapak Presiden dalam keadaan sehat, tapi perlu istirahat setelah melakukan perjalanan panjang ke luar negeri,” kata Moerdiono setelah menghadap Presiden.

Sepanjang Selasa kemarin di Jakarta tersebar bahwa Presiden meninggal dunia. Isu lain menyebutkan Pak Harto dipindahkan dari kediamannya ke rumah sakit.

“Padahal saya diminta Presiden untuk menghadap beliau dan melaporkan hal-hal yang dianggap perlu,” kata Mensesneg.

 

Kebakaran

Presiden menurut Mensesneg sempat menanyakan kebakaran gedung Bank Indonesia.

“Saya menelepon Kapolri menanyakan hal itu, dan juga kepada Gubernur Bank Indonesia. Sebab-sebabnya yang pasti sedang diteliti,” kata Moerdiono.

Menghadapi perkembangan moneter yang memburuk Presiden melalui Mensesneg meminta Dewan Moneter untuk melanjutkan dan memantapkan langkah program keuangan dan reformasi ekonomi yang diperlukan. Langkah pemerintah dalam menangani gejolak moneter ini mendapat dukungan dari IMF, Bank Dunia, dan Bank Pembangunan Asia. Presiden juga menugasi para menteri agar menyiapkan RAPBN 98/99 yang akan disampaikan minggu pertama Januari mendatang. Diminta agar RAPBN disusun secara realistis. Diminta semua menteri secara sungguh-sungguh memperhatikan perkembangan moneter terutama kurs rupiah terhadap dolar AS. Presiden mengingatkan, gejolak moneter pasti berpengaruh kepada ekonomi Indonesia. Di lain pihak program yang disusun dalam RAPBN nanti diharapkan dapat lebih efektif dalam mengatasi masalah moneter.

Bersamaan dengan merebaknya isu Presiden meninggal, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menurun. Moerdiono sebagai salah satu anggota Dewan Moneter menyatakan melonjaknya nilai dolar itu akan dapat diatasi.

 

Jangan Diperkeruh

Sementara itu, ditanya wartawan di sela-sela rapat paripurna Panitia Ad Hoc (PAH) II BPMPR di gedung DPRIMPR Senayan. Jakarta, Selasa (9/12), Bambang Trihatmodjo mengatakan, Pak Harto saat ini dalam keadaan sehat. Putra Pak Harto itu mengatakan, ayahnya hanya perlu istirahat.

“Bagaimana kondisi kesehatan Pak Harto?” tanya wartawan.

“Baik, empat hari istirahat, kini tinggal 5 hari lagi,” jawab Bambang.

“Apakah ada perawatan dari dokter?” tanya wartawan.

“Ngak ada, yang penting istirahat, dalam kondisi istirahat pun beliau sudah terima tamu,” kata Bambang.

“Tampaknya ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini dengan melakukan manuver-manuver?” tanya wartawan.

“Ya terserah mereka. Silakan,” kata Bambang.

“Apakah kebakaran di BI kemarin itu mengindikasikan adanya kelompok yang memanfaatkan itu?” tanya wartawan.

“Saya tidak mau ngomong,” kata Bambang.

“Apakah itu mengganggu istirahat Pak Harto?” tanya wartawan.

“Ah saya rasa nggak,” jawab Bambang.

“Bagaimana dengan kondisi yang rawan menjelang Sidang Umum MPR yang bisa jadi akan dimanfaatkan kelompok-kelompok tertentu?” tanya wartawan.

“Ya, mungkin saja. Tetapi saya tidak tahu. Rekan-rekan wartawan jangan memperkeruh keadaan. Kondisi ekonomi kaya begini jangan diperkeruh lagi,” tutur Bambang.

“Saat ini kan dolar sudah 4.000 lebih, bagaimana menurut Anda?” tanya wartawan.

“Kalau begini terus begini terus ya payah ekonomi kita,” kata Bambang.

“Apakah mungkin pulih kembali?” tanya wartawan.

“Kita melihat semua unsur masyarakat berupaya memulihkan kembali,” kata

Bambang.

Habibie

Menjawab wartawan setelah rapat kerja dengan Komisi VITI DPR-RI, Menristek Habibie mengatakan belum mengetahui secara pasti kesehatan Pak Harto.

“Saya belum tahu karena baru tiba di Tanah Air Minggu,” ujarnya.

“Apakah Pak Harto sakit,” tanya wartawan.

“Seperti yang disampaikan Tim Dokter Presiden dan Mensesneg Moerdiono, saya kira tidak. Karena Pak Harto kan baru saja dari luar negeri dan saya juga baru dari luar negeri,” Kata Habibie.

“Apakah ada rencana bertemu Pak Harto?” tanya wartawan.

“Begini, kita laksanakan tugas masing-masing dan nanti melaporkan semuanya kepada Pak Harto,” kata Habibie.

“Setelah Pak Harto selesai istirahat?” tanya wartawan.

“Nggak, Saya setiap waktu bisa tulis surat kepada Bapak Presiden,” kata Habibie.

Dalam jumpa pers menjelang Rapim Soksi di Jakarta, Selasa siang, Ketua Umum Depinas Soksi, Prof Dr Suhardiman SE mengatakan,

“Kondisi Pak Harto sehat dan hanya perlu istirahat. Tadi pagi, misalnya,Pak Harto jalan-jalan di taman di kediaman Jl. Cendana,” katanya.

 

Ketua Bepeka

Dalam masa istirahat ini Presiden juga memutuskan pemberhentian Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (Bepeka), JB Sumarlin. Menurut Undang-undang, jabatan Ketua Bepeka maksimal usia 65 tahun. Sumarlin pada 7 Desember lalu genap berusia 65 tahun. Keppres pemberhentian dengan hormat JB Sumarlin sebagai Ketua Bepeka dikeluarkan Selasa (9/12).

Berdasarkan ketentuan UU, ketua, para wakil ketua dan para anggota diangkat oleh Presiden berdasarkan usul dari DPR.

“Bapak presiden meminta saya untuk menyampaikan surat pemberitahuan kepada pimpinan DPR mengenai berakhirnya masa jabatan Prof. Dr. JB Sumarlin, selanjutnya Presiden minta kepada DPR untuk mengajukan nama-nama calon,” kata Moerdiono. (A6/K-1)

Sumber: SUARA KARYA (10/12/1997)

_________________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 726-728.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.