PAK HARTO NAIK KA TAHLILAN DI SOLO

PAK HARTO NAIK KA TAHLILAN DI SOLO[1]

 

Solo, Media Indonesia

Presiden Soeharto dan keluarga, Minggu pagi, mengadakan acara tahlilan untuk memperingati dua tahun (mendhak pindo) meninggalnya almarhumah Hajjah Siti Hartinah Soeharto yang berlangsung di Kompleks Pemakaman Astana Giri Bangun, Karanganyar, Jawa Tengah.

Dari Jakarta menuju Solo, Pak Harto menggunakan Kereta Api Argo lawu. Kepala Negara yang berada di gerbong Nusantara, didampingi putra-putri, antara lain Siti Hardiyanti Rukmana, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Prabowo, Siti Hutami Endang Adiningsih, dan cucu-cucunya. Bersama rombongan tampak pula Menteri Sekretaris Negara Saadilah Mursyid, Menteri Perhubungan Giri Suseno Hadihardjoho dan Dirut Perumka Soemino.

Selain membawa rombongan Presiden, Kereta Api Argo lawu juga mengangkut ratusan penumpang biasa.

Presiden tiba di Stasiun Gambir pukul 21.05 WIB, dan sepuluh menit kemudian kereta api cepat itu meninggalkan Stasiun Gambir dan tiba di Stasiun KA Solo Balapan, Solo, Minggu pagi, sekitar pukul 05.00 WIB. Dari Stasiun Solo Balapan, Pak Harto dan keluarga langsung menuju Kompleks Pemakaman Astana Giri Bangun di Metesih, Karanganyar, belasan kilometer dari Kota Solo.

Acara tahlilan itu dimulai pukul 08.30 WIB dan berlangsung dengan khusyuk dan khidmat sekitar 40 menit. Ibu Tien meninggal pada 28 April 1996 atau tepat pada Idul Adha dua tahun lalu di Jakarta.

Begitu Pak Harto beserta rombongan dari Jakarta memasuki cungkup Argosari, di sekeliling makam telah menunggu sejumlah santri yang dipimpin oleh KH Abdurrahim.

Pada acara tahlilan itu, Pak Harto yang menggunakan ageman hitam-hitam didampingi putra-putri, menantu, serta para cucu, membacakan doa bagi almarhumah Ibu Tien Soeharto. Pak Harto dan keluarga dengan khusyuk antara lain membaca surat Al Fatihah dan surat Yasin bersama puluhan peserta tahlilan lainnya.

Pada pukul 09.45 WIB Pak Harto kemudian meletakkan untaian bunga di atas makam Ibu Negara yang kemudian diikuti oleh seluruh anggota keluarga. Kemudian Presiden menaburkan bunga di atas beberapa makam anggota keluarga lainnya.

Selain anggota keluarga tampak pula mengikuti tahlilan antara lain Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto, Gubernur Jateng Suwardi, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mardiyanto bersama calon penggantinya, Mayjen TNl Tyasno Sudarto, dan Kapolda Jateng Mayjen Pol Noegroho Djajusman.

Minggu siang, seusai tahlilan, Presiden Soeharto langsung kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat kepresidenan.

Sumber : MEDIA INDONESIA (13/04/1998)

________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 823-824.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.