PAK HARTO MENOLAK TAMBAH WAKTU ISTIRAHAT

PAK HARTO MENOLAK TAMBAH WAKTU ISTIRAHAT[1]

 

Jakarta, Media Indonesia

Pihak keluarga dan Tim Medis Presiden Soeharto sebenarnya mengharapkan Kepala Negara istirahat total, namun Pak Harto tetap bertekad untuk melakukan tugas-tugas kenegaraan.

Adalah Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut) yang mengungkapkan fakta itu kepada wartawan seusai mengikuti sidang Panitia Ad Hoc (PAH) I Badan Pekerja MPR di gedung DPR, Jakarta kemarin.

Menurut Mbak Tutut, kendati Pak Harto sehat walafiat, Tim Dokter Kepresidenan menyarankan agar Pak Harto menambah waktu istirahatnya sekitar sepuluh hari. Agar kondisi beliau bisa benar-benar prima kembali, terutama dalam rangka menjalankan tugas-tugas kenegaraan. Mbak Tutut mengakui kesehatan ayahanda memang sudah pulih kembali dan kemarin sudah dicek oleh tim dokter. Tapi ya itu tadi, Pak Harto disarankan jangan sampai terlalu lelah.

“Dokter menyarankan agar beliau tidak terbang jauh-jauh dulu. Tapi kalau manangani acara-acara di dalam kota, tidak apa-apa.” ujar putri sulung Pak Harto ini.

Jika begitu batalkan niat Pak Harto melakukan tugas kenegaraan ke Malaysia guna mengikuti KTT Informal ASEAN di Kuala Lumpur? Mbak Tutut belum dapat memastikan.

“Saya belum tahu, karena tim dokter yang memutuskan.” katanya.

Tapi yang pasti, demikian penegasan Mbak Tutut, pihak keluarga menginginkan Pak Harto tetap melakukan istirahat total.

“Saya sih maunya jangan dulu, biar beliau benar-benar sehat dulu. Beliau kan sudah sepuh (tua). Tapi Bapak memang bandel.” kata Mbak Tutut menggambarkan begitu besar tanggungjawab ayahnya terhadap negara.

Apa yang diungkapkan sang putri, kenyataannya memang begitu. Belum lagi waktu istirahatnya berakhir pada Minggu (15/12), Rabu (10/12) lalu, tahu-tahu Pak Harto sudah melakukan aktivitas pemerintahan. Pada hari itu di kediaman Jl. Cendana, Pak Harto menerima para pembantunya, masing-masing Menteri Perdagangan dan Perindustrian Tunky Ariwibowo, Menteri Pertanian Sjarifuddin Baharsjah dan Menteri Sekretaris Negara Moerdiono, serta Dirjen Setnas ASEAN Witjaksana Soegarda.

Bambang Trihatmodjo, putra ketiga Pak Harto sendiri, secara pribadi sebenarnya kurang sreg apabila ayahanda melakukan aktivitas kenegaraan sebelum masa istirahatnya yang 10 hari- sebagaimana disarankan tim dokter- berakhir.

“Saya menginginkan Bapak menghabiskan dulu waktu istirahatnya. Kalau memang dokter menyarankan istirahat, ya istirahatlah. Tapi sampai sekarang beliau masih saja menerima tamu.” ujarnya kepada wartawan di gedung DPR.

Bambang Tri tidak mengada-ada. Kemarin, masih di kediaman Jl Cendana, Pak Harto lagi-lagi menerima salah seorang pembantunya. Kali ini Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Ginandjar Kartasasmita yang menemuinya. Masalah yang dibicarakannya pun terbilang berat, soal RAPBN 1998/1999. Pertemuan antar keduanya berlangsung selama satu jam. Bagaimana sebenarnya kondisi Pak Harto? Ginandjar mengatakan Pak Harto tampak sehat, cerah dan sudah mulai mengatasi keletihan setelah melakukan perjalanan panjang dua pekan lalu.

“Dalam pertemuan sekitar satu jam itu terus terang saja, Pak Harto yang lebih banyak berbicara daripada saya.”

Sumber : MEDIA INDONESIA (12/12/1997)

_________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 118-120.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.