Pak Harto Mengawali Karier Militer

Pak Harto Mengawali Karier Militer[1]

 

SECARA yuridis-administratif, Soeharto mengawali karier militer pada 5 Oktober 1945, meskipun sebelumnya telah berperan aktif di Badan Keamanan Rakyat (BKR), badan yang dibentuk oleh Presiden Soekarno pada 22 Agustus 1945. Ia sebagai wakil ketua BKR Yogyakarta.

Memulai karier militer sebagai Komandan Batalyon X dengan pangkat Mayor, turut berperan dalam “Pertempuran Kota Baru”, melucuti persenjataan tentara Jepang, pada 7 Oktober 1945.

Kemudian ikut dalam “Pertempuran 5 Hari di Semarang”, dan memimpin pasukan dalam pertempuran merebut lapangan terbang Maguwo dari tentara Jepang.

Pada Desember 1945, di bawah komando Panglima Divisi V Kolonel Soedirman, Batalyon X bertempur habis-habisan di Banyubiru—berhasil mengusir tentara Sekutu dari Ambarawa mundur ke Semarang.

Tidak saja Panglima Divisi V Kolonel Soedirman, juga Panglima Divisi IV Kolonel Gatot Soebroto ikut memberikan apresiasi kepada Komandan Batalyon X Mayor Soeharto di pertempuran itu.

Kemenangan gemilang di pertempuran ini dikenal sebagai “Palagan Ambarawa”, yang kemudian diperingati setiap tanggal 15 Desember sebagai “Hari Infantri”, sekaligus “Hari Juang Kartika”.

Di palagan ini untuk pertama kali Kolonel Soedirman mengenal Mayor Soeharto, meskipun keduanya sama-sama mengikuti pendidikan militer PETA di Bogor, namun bukan dalam waktu yang bersamaan.

____________________________________________________________

[1]Noor Johan Nuh,  “Pak Harto dari Mayor ke Jenderal Besar”, Jakarta : Yayasan Kajian Citra Bangsa, hlm 6-7.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.