PAK HARTO KEMBALI MELAKUKAN TUGAS-TUGAS KENEGARAAN

PAK HARTO KEMBALI MELAKUKAN TUGAS-TUGAS KENEGARAAN[1]

 

Jakarta, Suara Karya

Presiden Soeharto, Rabu kemarin kembali melakukan tugas-tugas kenegaraan dengan jadwal yang padat dari pagi hingga malam setelah masa berkabung atas meninggalnya lbu Negara, lbu Tien Soeharto. Selesai menyambut tamu negara, Presiden Madagaskar Zafi Albert, berturut- turut Presiden Soeharto yang tampak tabah dan tetap bugar menerima Menpen Harmoko, Menaker Abdul Latief dan Tim Piala Thomas dan Uber. Malamnya, Presiden mengadakan jamuan santap malam untuk menghormati tamu negara.

Presiden  Soeharto menyambut  Presiden  Madagaskar  yang disertai istri Ny. Therese Augustine Zafi di tangga Istana Merdeka tepat pukul 09.40 WIB. Ikut menyambut Wapres dan Ny. Tuti Try Sutrisno.

Tamu negara kemudian dipersilahkan menempati panggung kehormatan untuk menerima sambutan kenegaraan. Presiden Soeharto berdiri berdampingan dengan Presiden Albert. Di belakang Presiden adalah Ny. Tuti Try Sutrisno berdampingan dengan Ny. Therese Augustine Zafi. Sementara itu di bawah panggung kehormatan kiri Presiden, berturut-turut Wapres Try Sutrisno, Ketua DPA Sudomo, Wakil Ketua Bepeka Koenarto dan petinggi lainnya.

Setelah upacara militer yang disertai dengan dentuman meriam dan diperdengarkan lagu kebangsaan kedua negara, Presiden Albert mengadakan kunjungan kehormatan kepada Presiden Soeharto di ruang credential, Istana Merdeka. Selesai pembicaraan awal, Presiden Soeharto mengantar Presiden Albert dan rombongan ke Wisma Negara, tempat tamu negara bermalam. Presiden dengan tersenyum menjelaskan sesuatu kepada Presiden Albert dan Ny. Zafi.

Belasungkawa

Pada kunjungan kehormatan, Presiden Madagaskar seperti dikutip Mensesneg Moerdiono menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Ibu Negara. Rasa belasungkawa itu disampaikan atas nama pribadi, atas nama isteri Presiden Madagaskar, atas nama pemerintah dan rakyat Madagaskar. Presiden Madagaskar juga menyampaikan harapan, doa semoga Presiden diberi kekuatan lahir batin dalam memimpin bangsa Indonesia dan juga peranan beliau dalam percaturan politik nasional, internasional, lebih khusus lagi Gerakan Non Blok.

Presiden menyampaikan terimakasih yang dalam atas ucapan belasungkawa dan menyatakan untuk tetap dapat menerima kunjungan Presiden Madagaskar.

Presiden Madagaskar menyampaikan kesan yang mendalam melihat kehidupan masyarakat Bali yang dikunjunginya Selasa, khususnya dalam menangani masalah pengairan yang dikenal dengan sistem Subak. Presiden menyampaikan kegembiraannya bahwa Presiden Madagaskar sempat berkunjung ke Bali dan dapat menyaksikan kehidupan keagamaan, agama Hindu di Bali, kendatipun mayoritas penduduk Indonesia adalah Islam. Presiden berpendapat, dengan menyaksikan kehidupan keagamaan rakyat Bali tampak betapa sebagai bangsa yang sangat beraneka ragam ini, sangat majemuk ini, bukan hanya di bidang agama yang dipeluk toh tetap dapat dipelihara suasana keserasian persatuan dan kesatuan.

Banyak Persamaan

Presiden Madagaskar menyampaikan, banyak sekali persamaan-persamaan kedua negara dilihat dari sudut sejarah. Seperti diketahui, ada anggapan para ahli bahwa sesungguhnya sebagian rakyat Madagaskar itu mempunyai nenek moyang yang sama dengan rakyat Indonesia. Presiden Madagaskar menerangkan bahwa dalam rangka persiapan ke Indonesia ia melihat banyak kamus Perancis-Indonesia, terdapat sejumlah kata, salah satu bahasa daerah Malagasy ternyata sama dengan kata-kata yang dipakai di berbagai suku di Indonesia.

Malamnya tamu negara dijamu santap malam oleh Presiden Soeharto di Istana Negara. Presiden diapit oleh Presiden Albert dan Ny. Zafi. Sebelum jamuan, kedua Presiden menyerahkan cinderamata. Presiden menyerahkan langsung cinderamata kepada Presiden Albert dan Ny.Zafi. Biasanya cinderamata kepada tamu Ibu Negara diserahkan oleh Ibu Tien.

Pada pidato balasan Presiden mengatakan, sebagai sesama negara berkembang, kedua negara menghadapi masalah sama yaitu meningkatkan kesejahteraaan rakyat dan membangkitkan potensi nasional. Sebagai sesama anggota Gerakan Nonblok, kedua negara mempunyai kesamaan pandangan dalam memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang, baik terhadap negara maju maupun dalam usaha meningkatkan kerja sama antar negara anggota.

Kamis pagi ini kedua pemimpin dijadwalkan mengadakan pembicaraan empat mata. Setelah itu Presiden Albert berpamitan kepada Presiden. Meskipun demikian Presiden Albert yang disertai Menlu dan Menteri Industri dan Kerajinan Rakyat Madagaskar hingga Jumat besok masih melakukan serangkaian kegiatan. Presiden Albert dan rombongan akan meninjau PT. Indo Farma di Cibinong, PT. Galangan Kapal Koja Bahari di Tanjung Priok, PT. Texmaco di Karawang, proyek BKKBN, IPTN, Museum Asia Afiika dan sistem perkeretaapian di Bandung serta bertemu dengan Presiden PT. Prima Comexindo (perusahaan yang menjajahi kemungkinan investasi perkebunan kapas, pabrik semen dan penyulingan minyak). Selain itu ia juga akan bertemu dan santap malam dengan pengusaha Kadin. Setelah berkunjung ke Bandung, Presiden Albert kembali ke Jakarta dan sorenya bertolak menuju Singapura dengan pesawat komersial.

Sumber : SUARA KARYA (24/05/1996)

_____________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 219-221.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.