PAK HARTO: KALAU SAYA TAK DIPERCAYA LAGI, SILAKAN

PAK HARTO: KALAU SAYA TAK DIPERCAYA LAGI, SILAKAN[1]

 

 

Kairo, Republika

Presiden Soeharto mengatakan ia tak ingin menjadi penghalang bila masyarakat Indonesia sudah tidak menginginkannya lagi memimpin.

“Kalau saya tidak lagi diberi kepercayaan, silakan. Karena saya juga sudah menyatakan sejak dulu, kalau sudah tidak diberi kepercayaan saya tidak akan mempertahankan kekuasaan dengan kekuatan bersenjata.”

Pak Harto mengemukakan pandangannya itu saat berdialog dengan masyarakat Indonesia di Mesir yang dilaksanakan di Wisma Duta KBRI, Kairo. Acara itu dihadiri juga oleh Mensesneg Saadilah Mursjid, Menlu Ali Alatas, Dubes Indonesia untuk Mesir, Dr Hassan Wirajuda dan mahasiswa Indonesia di Mesir.

“Kalau sudah tidak dipercaya rakyat, saya akan menjadi pandito. Saya akan mendekatkan diri dengan Tuhan, memimpin anak-anak menjadi orang yang baik. Dan juga bagi masyarakat, bisa memberi nasihat untuk negara, tutwuri handayani,” tutur Pak Harto dalam dialog yang berlangsung sekitar satu jam itu.

“Jadi tidak menjadi masalah, kalau tidak dipercaya lagi oleh masyarakat. Saya tidak akan menjadi penghalang. Apalagi kalau sampai dikatakan saya mematikan kehidupan bangsa ini,” kata Kepala Negara, seperti yang dilaporkan wartawan Republika, Damanhuri Zuhri, dari Kairo.

Dalam dialog itu, Pak Harto juga mengulang kembali pernyataannya soal reformasi, seperti yang pernah dijelaskan oleh Menpen Alwi Dahlan dan Mendagri R Hartono. Menurut Pak Harto, tak benar bahwa ia menginginkan proses reformasi baru bisa dilaksanakan mulai tahun 2003.

“Reformasi bisa dilaksanakan sejak sekarang.” Ia mengulang lagi bahwa apapun bentuk reformasi itu harus dilakukan secara konstitusional.

Pak Harto juga membantah bahwa selama ia memimpin negara ini ia telah mempergunakannya untuk menghimpun kekayaan bagi keluarganya.

Presiden mengatakan tuduhan bahwa hasil pembangunan di Indonesia selama ini dimonopoli keluarga Cendana “adalah fitnah”.

Selain itu, Pak Harto juga menyatakan bahwa pemberitaan yang dilansir banyak media asing-bahwa ia adalah orang terkaya keempat di dunia setelah Ratu Eliza­ beth dari Inggris, Raja Fahd dari Saudi Arabia dan Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei-adalah tidak benar.

Sementara itu di Jakarta, Wakil Presiden BJ Habibie menyatakan keprihatinan pemerintah atas musibah Trisakti.

“Atas pesan Bapak Presiden yang masih berada di Kairo, dengan ini atas nama pemerintah dan pribadi, kami menyampaikan rasa keprihatinan yang amat mendalam atas musibah yang terjadi dalam peristiwa unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat yang telah menyebabkan korban meninggal dunia dan luka-luka,” tutur Habibie dalam seruan yang disiarkan secara khusus oleh stasiun radio dan televisi, tadi malam.

Wapres pun menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban, seluruh civitas akademika perguruan tinggi atas musibah yang terjadi.

“Pada kesempatan ini, kami menyerukan kepada seluruh warga masyarakat sebangsa dan setanah air, khususnya generasi muda dan mahasiswa, serta semua pihak agar dapat menahan diri dalam rangka memelihara ketentraman dan stabilitas yang diperlukan untuk melaksanakan reformasi yang kita inginkan, dan cepat keluar dari krisis yang tengah kita hadapi,” ujar Habibie.

Pernyataan penyesalan pemerintah juga dikemukakan Menlu Ali Alatas menjawab pertanyaan wartawan dalam acara jumpa pers seusai penutupan KTT VIII Kelompok 15 di gedung Presidential Head-Quarters Kairo, kemarin.

Tragedi Trisakti, memang mendapat perhatian wartawan mancanegara peliput KTT G-15 dan para anggota delegasi. Selain kepada Menlu Alatas, mereka mempertanyakannya kepada wartawan Indonesia yang meliput di Kairo.

Sumber: REPUBLIKA (14/05/1998)

_____________________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 283-284.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.