‘PAK HARTO HANYA TERSENYUM’

‘PAK HARTO HANYA TERSENYUM'[1]

 

Jakarta, Bisnis Indonesia

Presiden Soeharto dalam kondisi sehat dan hanya tersenyum ketika diberitahu mengenai rumor bahwa beliau telah wafat kemarin.

“Presiden hanya tersenyum ketika diberitahu mengenai isu tadi [wafat]. Kepala Negara juga menanyakan masalah kebakaran di gedung BI.” ujar Mensesneg Moerdiono di Gedung Utama Sekretariat Negara kemarin.

Dia menyatakan hal itu saat menjelaskan hasil pertemuannya dengan Kepala Negara sekitar satu jam di kediaman, Jl. Cendana.

“Saya sekaligus ingin membantah secara kategoris berbagai isu yang beredar pada jam-jam saat saya menghadap Presiden di Cendana tadi pagi. Misalnya Presiden diisukan telah wafat.” jelas Moerdiono.

“Ada pula isu yang menyatakan bahwa Kepala Negara telah dipindahkan dari kediaman ke rumah sakit dan berbagai isu lain yang tidak berdasar.”

Menyinggung soal kesehatan Pak Harto, Moerdiono mengulang kembali keterangan Tim Dokter Ahli Kepresidenan sebelumnya,

“Kondisi kesehatan Presiden dalam keadaan baik. Tetapi beliau memang perlu istirahat.”

Kepala Negara, lanjut Moerdiono juga meminta,

“Agar saya setiap hari menghadap beliau (di Cendana) untuk menerima instruksi atau untuk melaporkan hal­-hal yang dianggap perlu”.

Mensesneg pada Jumat (5 Desember) mengumumkan bahwa karena tingkat kegiatan kenegaraan yang begitu tinggi terutama setelah melakukan perjalanan panjang keempat negara ; Namibia, Afsel, Kanada, dan Arab Saudi pada tanggal 18 – 29 November maka Presiden perlu beristirahat selama 10 hari.

Ketika ditanya mengenai kegiatan Kepala Negara, menurut Moerdiono,

“Presiden menanyakan kepada saya soal, kebakaran di gedung A BI. Bukan saya yang melaporkan tetapi beliau yang menanyakan.”

“Kebetulan tadi pagi saya telah menelpon Kapolri (Dibyo Widodo) dan rekan saya (Gubernur BI Soedradjad Djiwandono) menanyakan masalah tersebut.”

Menurut Mensesneg, penjelasan dari Kapolri adalah sampai saat ini sebab-sebab pasti dari kebakaran masih diteliti.

Rupiah Anjlok

Keprihatinan tentang kondisi kesehatan Presiden, menurut AP Dow Jones menyebabkan di pasar spot Jakarta Rp ditutup pada titik terendah atas US$ yaitu Rp.4.575.

Kantor Redaksi Bisnis sejak pagi hari pun tidak luput dari dering telpon dari berbagai pihak yang menanyakan isu tentang kondisi kesehatan Presiden.

Namun isu tentang kondisi Presiden kali ini bukanlah fenomena yang pertama. Karenanya, dengan nada berkelakar pada acara temu wicara dalam rangka Hari Pendidikan Nasionai, Mei lalu, Pak Harto pernah menyatakan,

“Lebih baik sehat daripada sakit-sakitan walaupun banyak yang mendoakan supaya saya sakit.”

Menurut Presiden kala itu di luar negeri memang ada kabar bahwa saya sakit.

“Kenyataannya tidak begitu.”

Isu mengenai Presiden sakit setelah Ibu Tien Soeharto meninggal 28 April 1996 lalu kerap merebak. Terlebih lagi setelah Pak Harto memutuskan untuk mengadakan pengecekan kesehatan di Klinik Jantung Bad Oeynhausen, Jerman (6 – 14 Juli 1996).

Sumber : BISNIS INDONESIA (10/12/1997)

______________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 723-724.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.