PAK HARTO DIALOG DENGAN ANAK-ANAK INDONESIA

PAK HARTO DIALOG DENGAN ANAK-ANAK INDONESIA[1]

 

Jakarta, Media Indonesia

Puncak peringatan Hari Anak Nasional kemarin ditandai dengan acara dialog jarak jauh Kepala Negara dengan anak-anak di Bandung, Kupang, Palangkaraya, Manado, dan Bengkulu melalui televisi.

Dalam dialog tersebut, Presiden menanyai sejumlah anak baik yang berada di TMII maupun melalui televisi

“Mengapa mereka bangga menjadi anak Indonesia?”

Sejumlah anak mengatakan bangga menjadi anak Indonesia karena bisa berdialog dan bertatap muka langsung dengan Kepala Negara melalui televisi. Sedangkan anak lainnya mengatakan.

“Saya bangga menjadi anak Indonesia karena bangsa ini sejajar dengan bangsa-bangsa maju lainnya.”

Sejumlah anak-anak dalam dialog jarak jauh itu, ada yang menanyakan pengalaman Pak Harto dan Ibu Tien saat masih kecil, meminta saran bagaimana caranya belajar dengan baik hingga bertanya apa alasan Pak Harto mengunjungi Bosnia-Herzegovina, Maret lalu.

Presiden menjelaskan kunjungan ke Bosnia-Herzegov ina itu dilakukan karena Indonesia ingin turut mewujudkan perdamaian di wilayah bekas Yugoslavia itu.

“Sekalipun suasana di sana masih tetap panas, dan berkecamuk namun Indonesia tidak akan menghentikan niatnya untuk mewujudkan perdamaian di negeri itu.” kita Pak Harto.

Seusai melakukan dialog, Presiden dan Ibu Tien Soeharto kemudian turun dari panggung untuk secara bergiliran berfoto bersama dengan anak-anak Gelantara.

Sebelumnya acara dialog, dalam amanatnya pada peringatan Hari Anak Nasional di Sasono Langen Budoyo, TMII, Presiden Soeharto mengingatkan bahwa orang tua memikul tanggungjawab paling berat dalam mengantarkan anak-anaknya agar bisa membangun kehidupan di masa mendatang.

Menurut Kepala Negara, para orang tua harus membekali anak-anaknya dengan kecerdasan, ketrampilan, kemauan, semangat kebangsaan, dan rasa cinta Tanah Air dengan dilandasi in1an serta takwa.

“Orang tua serta keluarga merupakan tempat pendidikan pertama dan utama bagi anak-anak. Orang tua mempunyai peranan penting dalam mendidik anak­anaknya.” ungkap Presiden.

Peringatan Hari Anak Nasional ini dihadiri oleh sekitar 440 anak peserta. Gelar Anak Nusantara (Gelantara) yang pada kesempatan itujuga berdialog langsung dengan Presiden.

Sementara kepada anak-anak, Kepala Negara berpesan

“Kalian adalah harapan kami semua, para orang tua. Kalianlah yang akan melanjutkan perjuangan kakak-kakak kalian, orang tua kalian dan para pendahulu kita semua. Kalian pengisi dan penentu masa depan bangsa kita. Kalianlah pemilik masa depan bangsa kita”.

Selanjutnya Presiden mengungkapkan bahwa,

“teman-teman sebaya kalian di seluruh dunia menjadi penentu masa depan bangsa mereka. Sebab itu kalian tidak boleh ketinggalan dari mereka. Kalian harus dapat bersama-sama agar kelak dapat ikut rnenentukan rnasa depan dunia.”

Sumber : MEDIA INDONESIA (24/07/1995)

________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVII (1995), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 736-737.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.