PAK HARTO DI DALAM NEGERI

PAK HARTO DI DALAM NEGERI[1]

 

Jakarta, Suara Karya

Ny. Sri Hardiyanti Rukmana atau Mbak Tutut membantah isu bahwa keluarga Pak Harto berada di luar negeri.

“Pak Harto dan semua anaknya berada di dalam negeri. Atas doa restu rakyat Indonesia. Pak Harto setelah melepasj abatan presiden, sampai saat ini dalam keadaan sehat,” katanya kepada wartawan, seusai acara serah terima jabatan Menteri Sosial kepada Ny. Justika Baharsjah, di Depsos, Senin (23/5).

Kedatangan Mbak Tutut di Depsos diantar sopir dengan mobil Mercedes warna hitam Nopol B 2906 RX tanpa pengawalan. Selama acara berlangsung sampai meninggalkan Depsos, Mbak Tutut tampak cerah sebagaimana biasanya, murah senyum dan tegar. Tidak terkesan Mbak Tutut mengalami stress akibat ayahnya melepas jabatan presiden, serta tidak menyesali dirinya diberhentikan dari jabatan Mensos.

Menjawab pertanyaan wartawan ia mengatakan, dirinya tidak terkejut Pak Harto turun dari jabatan presiden.

“Kalau memang harus diganti, ya diganti, kalau sudah menjadi kehendak rakyat. Soal itu tidak problem bagi saya,” katanya.

Ny. Siti Hardiyanti Rukmana mengatakan mendukung sepenuhnya Kabinet Reformasi Pembangunan secara menyeluruh, sesuai aspirasi yang dicetuskan mahasiswa, para tokoh masyarakat, alim ulama, cendekiawan, para pakar, dan segenap warga masyarakat, yang menghendaki reformasi total dalam waktu secepat­cepatnya.

“Bagaimana perasaan Mbak Tutut setelah tidak menjadi Mensos?” tanya wartawan.

“Alhamdulillah, prosesnya tidak mengejutkan,” jawabnya

“Apa Mbak Tutut mau kembali ke Golkar apa ke bisnis?”

“Lihat saja tanggal mainnya. Sayakan sejak dulu aktif sebagai pekerja sosial. Sebagai pekerja sosial saya akan tetap melakukan pekerjaan sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan.” kata Mbak Tutut.  (S-10)

Sumber : SUARA KARYA (26/05/1998)

_________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 607-608.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.