PAK HARTO BUKA PUASA DENGAN PETANI PENGHARGAAN BAGI JUARA LOMBA INSUS

PAK HARTO BUKA PUASA DENGAN PETANI

PENGHARGAAN BAGI JUARA LOMBA INSUS[1]

Jakarta, Merdeka

Presiden Soeharto kemarin sore di Istana Negara, Jakarta, menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Lomba Intensifikasi Pertanian Tingkat Nasiona1 1997. Pemenang lomba meliputi 20 kelompok, diantaranya pemenang lomba tingkat karya bimbingan intensifikasi satuan pembina Bimas Jawa Tengah yang memperoleh piala bergilir dan tetap dari Presiden diterima Gubernur Jateng H Soewardi.

Pemenang lomba Supra Insus dari Kabupaten Solok, Sumbar. Pemenang lomba intensifikasi jagung diterima kelompok tani Mardi Karya I KUD Balong Panggang, Gresik, Jatim. Propinsi Jatim juga meraih juara perlombaan pelaku agribisnis berprestasi, yang diraih kelompok tani KUD Pelita.

Sementara Jabar menyabet juara perlombaan intensifikasi kedelai dari kelompok tani Empang KUD Pelita Jaya, Subang. Selain itu, Jabar juga menjadi pemenang pertama lomba tebu rakyat intensifikasi yang diraih kelompok tani Tri Loka Karya KUD, Kab Majalengka.

Hadir dalam acara yang dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama itu, antara lain Wapres dan Ny. Try Sutrisno, Menpen R Hartono, Menteri Pertanian Syarifuddin Baharsjah, Menkop Subiyakto Tjakrawedaya dan Meneg UPW Mien Sugandhi.

Menurut Pak Harto, dalam proses industrialisasi yang sedang dialami dewasa ini peranan sektor pertanian dalam perekonomian tetap penting.

“Pertanian adalah sumber pangan, penyedia bahan baku industri dan sumber penghasilan bagi kaum petani.” tegasnya.

Presiden berharap kondisi perekonomian dewasa ini dijadikan cambuk mengembangkan agribisnis. Pengembangan agribisnis di pedesaan tidak memerlukan bahan baku impor. Pola kemitraan dengan KUD dan swasta lainnya perlu ditingkatkan karena nilai tambah usaha tani lebih mudah dikembangkan.

Ditambahkan, menghadapi gejolak ekonomi dan moneter sektor pertanian merupakan salah satu andalan. Sebabnya, sektor pertanian tidak lagi banyak memerlukan barang-barang impor. Sebaliknya, peningkatan produksi pertanian justru dapat mendorong ekspor. Kepada sekitar 300 orang pemenang lomba intensifikasi pertanian jagung dan kedelai, intensifikasi tebu rakyat serta kelompok petani kecil, Pak Harto mengungkapkan, menjadi pemenang perlombaan merupakan prestasi gemilang. Apalagi di bidang pertanian, tidak saja memerlukan kerja keras dan kucuran keringat tetapi ketekunan.

Sementara Mentan Syarifuddin Baharsyah dalam sambutannya mengatakan lomba intensifikasi pertanian yang dilaksanakan sejak tahun 1979 telah menunjukkan hasil positif meningkatkan semangat kontak tani nelayan dan upaya meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani pelayan dan masyarakat pedesaan.

Dalam lomba intensifikasi pertanian tingkat nasional 1997 terdapat juga 8 pemenang bidang kontak tani wanita, yaitu Wanita Tani Mardi Karya I KUD Balong Panggang, Gresik (Jatim), Wanita Tani Empang KUD Pelita Jaya, Subang (Jabar), Wanita Tani Tri Loka Karya KUD Lestari Majalengka (Jabar), Wanita Tani Taruni Mandiri KUD Abdi Karya, Pemalang (Jateng), Wanita Tani Sido Makmur KUD Sumber Makmur, Blora (Jatim), Wanita Tani Setia Bakti KUD Makmur, Pekalongan (Jateng), Wanita Tani Samodra KUD Mina Tani, Kab Lamongan (Jatim). (FN).

Sumber : MERDEKA (20/01/1998)

_______________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 839-841.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.