PAK HARTO BERZIARAH KE MAKAM IBU TIEN KARANGANYAR

PAK HARTO BERZIARAH KE MAKAM IBU TIEN KARANGANYAR[1]

 

 

Yogyakarta, Media Indonesia

Presiden Soeharto didampingi para putra-putrinya, menantu, dan para cucu kemarin berziarah (nyekar) di pusara Hajjah Siti Hartinah (lbu Tien Soeharto) di Astana Girlbangun, Matesih, Karanganyar. Sebelum tabur bunga dilaksanakan, gema tahlil telah berkumandang selama hampir satu jam.

Pak Harto yang pada kesempatan itu mengenakan kemeja muslim warna putih dan berpeci hitam tiba di halaman Astana Girl Bangun tepat pukul 14.40. Dari Dalem Kalitan, Kepala Negara berangkat menggunakan kendaraan B 2168 SW, diikuti oleh para putra­-putri, menantu, dan para cucu mengiringi di belakang dengan kendaraan VW Caravelle.

Sementara Tommy Soeharto datang seperempat jam lebih awal dari rombongan ayahandanya. Begitu turun dari kendaraan, Pak Harto didampingi Gubernur Jateng, Soewardi dan Soekamdani Sahid Gito Sardjono selaku pengurus Yayasan Mangadeg langsung menaiki tangga Astana Giri Bangun, untuk selanjutnya mengambil air wudhu di tempat yang tersedia di masjid yang ada di sebelah timur Cungkup Argosari.

Lima menit kemudian, Presiden Soeharto menuju Cungkup Argosari, tempat lbu Tien Soeharto dimakamkan untuk selanjutnya melakukan tahlil bersama sekitar. 600 santri. Ziarah untuk memperingati setahun wafatnya Ibu Tien Soeharto di Astana Giri Bangun ini juga diikuti oleh para menteri Kabinet Pembangunan VI.

Tampak Menristek BJ Habibie, Mensesneg Moerdiono, Menpen Harmoko, Menkop dan PPK Subijakto Tjakrawerdaja, Menkes Sujudi, Menteri PU Radinal Mochtar, Menaker Abdul Latief, Menteri P dan K Wardiman, Menpera Akbar Tanjung, Menpora Hayono Isman, Pangab Jenderal Feisal Tanjung, dan tiga Kepala Staf Angkatan serta Kapolri. Sedang dari pihak keluarga terlihat Probosutejo dan Soedwikatmono.

Setelah melaksanakan tahlilan dengan khidmat dan khusyuk selama hampir satu jam. Pak Harto bersama para putra-putri, menantu, dan cucu melakukan tabur bunga ke pusara almarhumah lbu Tien Soeharto secara bergiliran. Seusai itu, Pak Harto menuju masjid untuk melakukan shalat Ashar, dan berdoa khusus hingga diteruskan dengan shalat Maghrib. Setelah shalat Maghrib, Pak Harto dan keluarga kembali ke Dalem Kalitan. (Wj/D-11)

Sumber: MEDIA INDONESIA (17/04/1997)

____________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 690.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.