Pak Harto Berdialog Dengan Anak-anak: BAGAlMANA CARANYA MENJADI PRESIDEN?

Pak Harto Berdialog Dengan Anak-anak: BAGAlMANA CARANYA MENJADI PRESIDEN?[1]

 

 

Jakarta, Kompas

“Kalau perempuan bisa atau tidak, jadi presiden? “Pertanyaan ini datang dari seorang anak perempuan ditujukan kepada Presiden Soeharto. “Bisa, bisa, bisa. Karena perempuan, maupun laki-laki sama. Kan ada beberapa negara yang kepala negaranya perempuan. Di Indonesia pun ada kesempatan. Oleh karena itu harus bersaing dengan saya. Laki-laki atau perempuan bisa menjadi presiden. Tapi yang memilih MPR, bukan saya,”jawab Presiden.

Dialog ini berlangsung pada acara peringatan puncak Hari Anak Nasional (HAN) di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (23/7).

Acara dialog antara anak-anak dengan Presiden ini di awali dengan pertanyaan seorang anak bernama Risma “Bagaimana Kalau Hari Anak Nasional, kita libur nasional?”

“Wah, jangan begitu dong, Maunya libur saja. Kok mau santai-santai. Tadi kan saya mengatakan jangan santai-santai. Harus belajar, kerja keras, kreatif, dan taqwa. Oleh karena itu tidak perlu libur. Hari libur nasional kita sudah banyak. Tapi HAN jelas kita peringati. Daripada libur dan semua bersembunyi, tinggal ditempat kan tidak ada perigatan apa-apa. Lebih senang diperingati dengan perayaan, atau santai-santai di rumah?,”tanya Presiden kepada anak itu. “Lebih senang diperingati,” jawab Risma.

Kemudian seorang anak laki-laki bernama Agus ditanya Presiden. “Mau jadi apa? Jadi presiden? Presiden itu hanya satu.Tapi di mana-mana ada presiden. Perusahaan juga punya presiden. Mau menjadi Presiden RI atau presiden perusahaan ekspor impor ?” Dalam acara yang penuh dengan tawa riang tersebut muncul pula pertanyaan dari anak perempuan kecil lainnya, “Bagaimana caranya bisa menjadi presiden?”

Maka Presiden Soeharto pun menjawab,”Kamu ingin menjadi Presiden RI ,boleh saja, asal memenuhi kriteria yang ditentukan oleh wakil rakyat. Pertama, memiliki akhlak yang tinggi, berbudi luhur, kepandaian dan bisa diterima oleh rakyat, tidak asal pandai saja. Harus berprestasi, kamu sanggup?”

Tanya lagi, “Bagaimana sih jadi presiden?” Jawab Presiden, “Masya Allah..kalau menurut kamu jadi presiden enak atau tidak? “Enak,”jawab anak itu. “Waduh, enak…?Apa sebabnya? Naik mobil terus?,”tanya Presiden.

“Sebab dihormati oleh masyarakat, “lanjut anak wanita tersebut “Lainnya apa lagi? Memang, presiden harus dipilih oleh rakyat dan harus mengabdi kepada rakyat Untuk kepentingan Kalau itu bisa dibuktikan dalam mengabdi, memikir kepentingan rakyat dengan sendirinya akan dicintai dan dihormati rakyat,” tutur Presiden.

 

Akhlak dan Budi Luhur

Dalam nasihatnya tanpa teks Presiden mengatakan kepada anak-anak yang hadir agar mereka mempunyai akhlak dan budi luhur berdasarkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Benar-benar mulai anak-anak sampai menjadi dewasa, harus selalu mendasarkan pada iman, percaya kepada Tuhan YME dan taqwa atas segala perintah yang diberikan oleh Tuhan kepada utusan-utusannya yang melewati agama,” kata Presiden.

Selain itu Presiden berpesan agar anak-anak selalu patuh kepada orang tua yang mendapat amanah dari Tuhan untuk membesarkan anak-anak. Juga diingatkan agar anak-anak menghormati guru mereka serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut Presiden, kalau ada anak-anak sampai melawan guru, apalagi menyiksa, ini berarti anak itu tidak berakhlak, tidak memiliki budi lubhur, tidak beriman dan tidak bertaqwa.

Anak-anak juga harus membiasakan bidup bergotong royong, mengamalkan ilmu kepada sesama mereka, sambung Kepala Negara. Acara pun cak itu juga  ditandai dengan berbagai atraksi kesenian anak-anak, rmasuk munculn ya Ria Enes dengan bonekanya, Susan. (osd)

Sumber : KOMPAS (21/08/1993)

____________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XV (1993), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 911-913.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.