PAK HARTO BANYAK MINUM RAMUAN KUMIS KUCING

PAK HARTO BANYAK MINUM RAMUAN KUMIS KUCING[1]

 

Jakarta, Merdeka

Presiden Soeharto Kamis, (11/7) selesai menjalani pemeriksaan kesehatan yang berlangsung tiga hari berturut-turut di Rumah Sakit Herz Und Diabetes Zentrum, Bad Oeynhausen Hanover, Jerman. Pak Harto, akan kembali ke Indonesia, malam ini pukul 23.00 waktu setempat dan tiba kembali di tanah air, Sabtu pagi (13/7) pukul 08.15 WIB.

Dengan kondisi kesehatan yang baik, sesuai hasil pemeriksaan tim dokter sebagaimana dikemukakan Kepala RS Herz Und Diabetes Zentrum Prof Reiner Kroener, maka pemeriksaan lebih lanjut terhadap Pak Harto dinilai sudah memadai, sehingga tidak harus dilakukan di Jerman.

Herz Und Diabetes Zentrum, di kota kecil Bad Oeynhausen, sekitar 85 km sebelah barat daya Hanover merupakan rumah sakit sangat dikenal di Eropa dengan peralatan tercanggih dalam pengobatan jantung dan diabetes.

Probosutedjo, salah satu keluarga dekat Pak Harto yang ikut ke Bad Oeynhausen memberikan penjelasan mengenai kesehatan Presiden di Gedung Tedja Buana, Kamis (11/7). Kesimpulannya Pak Harto tidak mengalami penyumbatan di aorta atau urat nadi jantung. Kelima urat nadi menuju jantung tidak ada yang tersumbat.

Semula, seperti dikemukakan Menristek Habibie, Presiden akan berangkat Minggu dan tiba di Indonesia hari senin.

“Tapi ternyata tidak. Bapak menyatakan bahwa kalau sudah sehat, lebih baik segera pulang.” kata Probo.

Kumis Kucing

Menurut Probo, sebelum kepergian ke Jerman untuk memeriksakan kesehatan, Pak Harto sering mengeluh sakit ginjal dan menderita batuk. Namun, berdasar hasil pemeriksaan kesehatan, semuanya kondisi baik.

Menyinggung batu ginjal, Probo mengemukakan, pemeliharaan ginjal tergantung dari minuman. Pak Harto, sering minum ramu-ramuan yang di Jawa yang disebut kumis kucing atau Keji beling yang bisa menghancurkan batu ginjal dan hanyut kalau banyak minum.

“Nah sesudah tempo hari dinyatakan sakit ginjal, Bapak Presiden banyak minum air putih.” ungkapnya.

Probo yang baru memperoleh kabar kesehatan Pak Harto dari Kepala Rumah Tangga Istana, Maftuh Basyuni per telepon, mengungkapkan kronologis pemeriksaan kesehatan.

Pemeriksaan pertama, hari Selasa dilakukan pemeriksaan pendahuluan, kemudian Rabu disusul pemeriksaan otot yang dinamakan kateterisasi.

“Jadi kateterisasi itu diperiksa dengan dimasukkan selang. Ternyata dari hasil pemeriksaan tadi pagi saya telepon ke Pak Basyuni, hasilnya baik sekali di luar dugaan. Jadi tidak ada penyumbatan samasekali sehingga dokter-dokter di sana juga heran, orang seumur 75 tahun tapi kesehatannya begitu bagus, begitu prima.” ungkapnya.

Diungkapkan, sebelumnya dalam pertemuan dengan dokter, Pak Harto sudah mengemukakan akan kembali ke tanah air hari Kamis, seusai pemeriksaan kesehatan. Tapi, Pak Habibie menyatakan Kanselir Helmut Kohl ingin bertemu mengucapkan selamat datang dan membesarkan hati.

Pak Harto, menurut Probo, Kamis malam ini menjamu semua dokter di RS Herz Und Diabetes Zentrum.

Dikatakan, ruangan rumah sakit yang ditempati Pak Harto sangat sederhana.

Luasnya hanya 3 x 4 meter, namun peralatan lebih komplit.

“Jadi mengenai kesehatan Pak Harto, betul-betul surprise sekali. Tadi pagi sudah saya tanyakan kepada Pak Basyuni. Saya cek begitu.” ungkapnya.

Penjelasan Probosutedjo, kemarin, diikuti antusias oleh sekitar seratus wartawan media cetak dan elektronik. Sedangkan koran-koran di Jerman banyak memberitakan mengenai kunjungan tidak resmi Presiden yang menjalani pemeriksaan kesehatan di sebuah kota kecil dan tenang itu.

Betul-betul Sehat

Probo juga mengungkapkan ketenangan Pak Harto sewaktu diperiksa tekanan darah dan detak jantung, Selasa lalu yang semua hasilnya baik. Bahkan Presiden sempat bergurau.

“Kok seperti dengar musik saja.” kata Probo menceritakan kembali ungkapan Pak Harto sewaktu mendengar detak suara jantung melalui peralatan deteksi jantung.

“Jadi beliau itu betul-betul sehat. Jadi bukan hanya sehat dibikin-bikin atau sekedar keterangan. Sama sekali tidak.” tegas Probo.

Dengan membaiknya kesehatan Pak Harto, kata Probo, maka Bambang dan Tommy tidak akan menyusul ke Jerman.

“Sekarangkan sudah sehat, ngapain ke Jerman.” katanya. Menurut Probo, selama pemeriksaan di rumah sakit selain berjalan-­jalan di taman, Pak Harto tidak pergi ke mana-mana, dikonsinyir di situ saja.

“Tapi Pak Harto terus mengikuti perkembangan di dalam negeri, ada laporan. Kan sekarang telepon sudah canggih, mudah mencek ke Indonesia.”

Pelayanan yang diterima Pak Harto, kata Probo, juga biasa saja tidak sampai menelantarkan pasien lain. Justru kita bawa pelayan dari KBRI, nggak ada perlakuan istimewa.

“Makanan, masakan Indonesia sering dikirim dari KBRI. Staf yang dilibatkan, semuanya ikut, tapi kota dan letak RS jauh, ya terbatas saja.”

Diungkapkan, selama di Oeynhausen Pak Harto berada di Hotel Konigshof. Kamarnya kecil sekali barangkali ukuran 3×4 meter atau 4×4 m paling besar. Dan kemudian beberapa kamar diubah menjadi kamar makan dan juga ruangan untuk menerima tamu.

Probo yang menginap satu lantai dengan Pak Harto bisa mengetahui keadaan sebenarnya. Presiden selama di sana terlihat sehat. Bahkan sorenya jalan-jalan.

Latar Belakang

Probo selanjutnya mengungkapkan latar belakang mengapa Pak Harto memutuskan untuk memeriksakan kesehatan ke Jerman. Keputusan itu diambil atas desakan keluarga, terutama putera-puteri yang trauma sewaktu Ibu Tien dahulu sakit.

“Termasuk saya sendiri.” kata Probo.

“Sehingga sebelum pergi minta pada tim dokter supaya ambulans disiagakan di Cendana dan ada dokter tidur di situ selama 24 jam.”

Dengan dorongan dari keluarga, terutama dari putera dan puterinya akhirnya Pak Harto mengadakan check up di luar negeri. Namun kemudian dipilih mana yang paling baik. Menurut pandangan beliau sendiri Jerman Barat. Dan dokter juga menganjurkan, terutama Dr. Joko menganjurkan supaya di Jerbar.

Dan karena kaitan dengan Jerbar di sana ada Pak Habibie, maka Pak Habibielah yang dimintai penjelasannya mana RS yang paling baik. Pak Habibie menunjuk RS tempat waktu beliau dioperasi, yakni di luar kota Hanover, tepatnya di Bad Oeynhausen.

Mengenai rencana Presiden melakukan kunjungan ke negaraan ke Malaysia Juli ini, Probo mengatakan, keberangkatan ditunda karena Pak Harto akan check-up ke Jerman.

“Saya juga kaget, mengapa ditunda, mungkin nanti setelah pulang akan dijadwalkan lagi.”

Menyinggung gejolak pasar modal dan kurs rupiah saat dikabarkan Presiden akan memeriksakan kesehatan, Probo mengatakan, Pak Harto merasa prihatin, kenapa sampai bisa menjadi begitu. Makanya, beliau memutuskan sudah sehat terus lekas pulang.

Presiden, kata Probo memberi imbauan pada masyarakat, agar hati-hati benar menjaga kesehatan. Tiap pagi minum air putih lima gelas.

“Seperti saya, makanya saya tahan jalan kaki, sampai 12 kilo meter di Kota London, karena tiap pagi minum air putih.” Selain itu, kata Probo, dokter Indonesia jangan terlalu mudah menganggap gampang segala sesuatu.

Sumber : MERDEKA (12/07/1996)

____________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 694-697.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.