PAGI INI PAK HARTO TIBA

PAGI INI PAK HARTO TIBA[1]

 

Bad Oeynhausen, Kompas

Pagi ini, sekitar pukul 07.30, Pak Harto dan rombongan tiba di Jakarta. Pesawat MD-11 Garuda Indonesia yang membawa rombongan Presiden terbang dari Bandara Hannover , Jerman, kemarin pukul 11.00 waktu setempat atau sore di Jakarta. Sebelum itu, pesawat singgah di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, untuk mengisi bahan bakar.

Pak Harto telah menyelesaikan seluruh pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sejak Selasa sampai Kamis di klinik Herz und Diabetes Zentrum, Bad Oeynhausen. Pemeriksaan pertama dilakukan Selasa pukul 07.00 dan berakhir Kamis pukul 20.45. Hasil pemeriksaan yang menggembirakan mendorong Presiden untuk mempercepat jadwal kepulangan dari rencana semula, Ahad, menjadi Jumat.

Moerdiono menyatakan, tidak ada perubahan jadwal yang berarti selain singgah dulu di Hotel Knigshof Sebelumnya, pada Jumat pagi Presiden berencana dari klinik akan langsung ke Hannover, tapi dibatalkan dan singgah dulu di hotel yang terletak di depan klinik. Di sini Presiden menerima tiga orang tamu sejak pukul 08.00 sampai 10.00.

Para tamu itu adalah Dr. Van Meyes (pengusaha alat-alat berat), Dr. Bishoff dari Daimler Benz Aerospace (Dasa), dan Dr. Schmidt, direktur Rumah Sakit di Bad Oeynhausen.

Setelah itu, menggunakan mobil, Presiden menuju ke Bandara Hannover. Para dokter melepas kepergian itu dengan lambaian tangan. Keberadaan Pak Harto di sana juga mendapat liputan luas dari media cetak maupun elektronik setempat, bahkan dimuat sebagai berita utama.

Sehari sebelumnya, Kamis (11/7) pukul 16.00 waktu setempat, di klinik Pak Harto dijenguk Kanselir Jerman Helmut Kohl sekitar satu setengah jam.

“Saya mendapat kehormatan dijenguk Kanselir.” kata Presiden.

Sedangkan Kohl mengatakan,

“Saya datang sebagai teman baik, seorang teman dari Jerman.” Pada Oktober mendatang, Kohl akan mengunjungi Indonesia.

Pada Kamis petang, pukul 19.00, bertempat di kantin klinik, Pak Harto mengadakan jamuan makan malam dengan para dokter yang memeriksa kesehatannya. Mengenakan peci hitam dan jas, Presiden menyalami para dokter satu per satu. Sedangkan kepala tim dokter Prof. Dr. Reiner Koerfer, yang berdiri di sampingnya, menyebutkan nama mereka. Pada acara itu juga hadir putra-putri Presiden maupun Menristek dan Ny. Ainun Habibie.

“Kondisi kesehatan saya, berdasarkan hasil pemeriksaan, sesuai dengan usia saya.” tutur Presiden Soeharto dengan senyumnya yang selalu mengembang dalam pidato jamuan makan malam itu.

Pak Harto menyampaikan terima kasih kepada tim dokter pimpinan Koerfer atas pelayanan dan pemeriksaan yang dilakukan mereka.

Direktur klinik dr. Otto Foit, kata Moerdiono, juga menyatakan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan kepada pihaknya untuk melayani Presiden.

Koerfer mengatakan, seluruh organ tubuh bagian dalam Kepala Negara seperti jantung, limpa, paru-paru, ginjal dan aliran darah semua berfungsi normal sesuai dengan keadaan usia 75 tahun Presiden Soeharto. Pendapat serupa juga diungkapkan dokter ahli dari Hannover, Dusseldorf dan Minden. Mereka didatangkan untuk membantu tim ahli dari Bad Oeynhausen.

“Mereka sependapat bahwa kondisi kesehatan Presiden Soeharto lebih baik dari perkiraan sebagian orang.” katanya. Bahkan seorang dokter menyebutnya sebagai excellent.

Siti Hardiyanti Rukmana, atas nama keluarga, menyatakan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berterima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah mendoakan Presiden selama menjalani pemeriksaan.

Selain menerima tamu, Pak Harto juga sempat meninjau fasilitas rumah sakit yang canggih itu.

Setelah itu Presiden memutuskan untuk mengirim dokter Indonesia belajar di kota yang memiliki banyak klinik itu. Pak Harto juga sempat memeriksa alat pacu jantung.

Menurut Pak Harto, kerja sama Indonesia-Jerman dalam bidang medis dan kedokteran perlu lebih ditingkatkan di masa-masa mendatang, misalnya antara klinik itu dengan RS Jantung Harapan Kita yang didirikan almarhumah Ibu Negara Tien Soeharto.

Sedangkan mengenai hasil pembicaraan Pak Harto dengan Kohl, Habibie menyatakan akan segera merealisasikan peningkatan kerja sama teknik kedokteran khususnya jantung dan kanker. Implementasinya akan dilakukan pada kunjungan Kohl ke Indonesia Oktober mendatang.

Penjelasan rinci hasil pemeriksaan kesehatan ini, kata Moerdiono, akan dilakukan oleh tim kesehatan setelah Presiden tiba di Jakarta.

Sumber : KOMPAS (1996)

________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 721-723.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.