PABRIK SEMEN TUBAN II SIAP BERPRODUKSI 2,3 JUTA TON PER TAHUN

PABRIK SEMEN TUBAN II SIAP BERPRODUKSI 2,3 JUTA TON PER TAHUN[1]

 

Gresik, Antara

Pabrik Semen Tuban II milik PT Semen Gresik telah menyelesaikan pembangunannya dan siap berproduksi sebanyak 2,3 juta ton per tahun sementara secara keseluruhan PT Semen Gresik berkapasitas produksi 6,9 juta ton per tahun.

Dirut PT Semen Gresik, Urip Timuryono pada acara pembakaran tunku putar pabrik semen Tuban II di Tuban, Jawa Timur, Kamis mengatakan, dengan bertambahnya kapasitas produksi itu, posisi perusahaan tersebut semakin kuat sebagai pemasok semen di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah dan sebagian Jawa Barat.

PT Semen Tuban II merupakan satu dari enam pabrik di sektor industri yang akan diresmikan oleh Presiden Soeharto tanggal 17 April 1997 yang peresmiannya akan dipusatkan di Cilacap, Jawa Tengah.

Beroperasinya pabrik semen Tuban II itu akan meningkatkan volume pasokan menjadi 29,5 juta ton per tahun. Volume itu merupakan di atas kebutuhan nasional yang pada tahun 1997 diperkirakan sebesar 28,8 juta ton, katanya.

Menurut Direktur Bahan Galian Non Logam Departemen Perindustrian dan Perdagangan, I.B. Agra Kusuma, walaupun pasokan dari pabrik-pabrik di dalam negeri sudah di atas angka kebutuhan, pemerintah masih akan mengimpor sebanyak 1,3 juta ton pada tahun 1997, sehingga total pasokan sebanyak 30,8 juta ton.

Impor itu dilakukan karena pemerintah sudah menandatangani perjanjian impor dengan beberapa negara untuk semen curah yang ditampung di dua terminal terapung di Banyuwangi dan Lampung, kata Agra.

Urip dan Agra sependapat bahwa dalam beberapa tahun mendatang, pasar semen dalam negeri akan mengalami kelebihan pasokan karena beberapa pabrik baru akan selesai pembangunannya dan dapat beroperasi maksimal.

Agra menyebutkan, setidaknya ada tiga pabrik baru yang dalam tahun 1998 akan berproduksi masing-masing PT Indo Kodeco di Kalimantan Selatan sebanyak 2,5 juta ton per tahun, PT Semen Bosowa di Sulawesi Selatan (1,8 juta ton per tahun) dan PT Semen Gombong di Jawa Tengah (1,8 juta ton per tahun).

Selain itu beberapa pabrik lain juga akan menyusul beroperasi yaitu pabrik semen Tuban III, pabrik semen Indarung V dan pabrik semen Cibinong III. Dengan konsumsi semen yang masih 100 kg per tahun per orang di Indonesia, pasar dalam negeri akan meningkat terus volumenya. Besaran konsumsi yang masih rendah itu akan meningkat di masa mendatang seiring dengan laju pembangunan, kata Urip.

Dari jumlah pasokan 30,8 juta ton, pabrik-pabrik semen mempunyai kesempatan ekspor sebanyak 600 ribu ton pada tahun 1997 dimana besarnya volume ekspor masing-masing pabrik ditentukan Departemen Perindustrian dan Perdagangan melalui pembagian kuota.

Agra mengatakan bahwa pemerintah sangat hati-hati dalam membuka kran ekspor karena keputusan ekspor harus didasarkan pada situasi pasar dalam negeri.

Izin ekspor hanya akan diberikan kepada pabrik-pabrik semen pada saat kebutuhan dalam negeri tidak terlalu besar yang biasanya terjadi pada semester pertama setiap tahunnya dimana volume kebutuhan hanya 45 persen dari total kebutuhan setahun.

Dia optimis, kondisi pasar semen dalam negeri akan stabil karen a di samping beberapa pabrik dan perusahaan baru yang segera akan merealisasikan pabriknya, saat ini tercatat 40 izin baru yang dikeluarkan Badan Koordinasi Penanaman modal (BKPM) untuk industri semen.

Sumber : ANTARA (10/04/1997)

__________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 309-310.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.