Orang Lain Mungkin Sudah Pingsan

Bulukumba, 28 Juni 1998

Kepada

Yth. Bapak Soeharto Sekeluarga

di Jl. Cendana No.8

Jakarta

ORANG LAIN MUNGKIN SUDAH PINGSAN [1]

 

Semoga Bapak sekeluarga tetap dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Walaupun Bapak sekeluarga dihujat habis-habisan di koran-koran baik dalam negeri maupun luar negeri, tapi demi Tuhan saya sekeluarga masih tetap menghargai dan sangat menghormati Bapak. Saya tidak dapat melupakan senyum Bapak walaupun saya cuma bisa lihat di TVRI.

Di saat-saat Bapak mengundurkan diri sebagai Presiden, saya sekeluarga sangat terharu dan menangis. Bapak dengan sangat bijak mengucapkan pengunduran diri. Saya sangat bangga dan salut sekali melihat kondisi fisik Bapak pada waktu itu. Seandainya orang lain, mungkin sudah pingsan setelah mengucapkan pengunduran dirinya.

Bagaimanapun juga, tidak ada manusia yang luput dari kesalahan dan kekhilafan. Tapi, Apakah kesalahan Bapak begitu besarnya sehingga Mbak Tutut juga jadi korban (mengundurkan diri) dari Menteri Sosial.

Saya kira ini tidak adil. Mbak Tutut adalah seorang figur kakak yang saya kagumi. Benar kata pepatah bahwa musim kemarau bertahun-­tahun bisa dihapuskan oleh hujan sehari. Semua kebaikan-kebaikan Bapak selama membangun Negara ini terhapus habis oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Marilah kita berdoa bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga kita sekeluarga diberi umur panjang dan sehat selalu. Amin.

Perlu Bapak ketahui bahwa saya Pegawai Negeri Sipil golongan II ibu dari 3 orang anak, 2 laki-laki umur 11 tahun dan 9 tahun dan 1 wanita umur 8 tahun. Saya bersyukur dan gembira karena saya dapat memiliki rumah pribadi walaupun hanya RSS Type 21.

Alangkah bahagianya saya sekeluarga seandainya Bapak berkenan mengirimi saya foto Bapak sekeluarga, utamanya waktu Ibu Tien masih hidup. (DTS)

Sembah sujud,

Rosmawati

Sulawesi Selatan

[1]       Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 553-554. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat  yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto mengundurkan diri. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.