ONN: RI-MALAYSIA BUKAN PAKTA MILITER

ONN: RI-MALAYSIA BUKAN PAKTA MILITER

Kerjasama bilateral fudonesia dan Malaysia tidak akan diperluas dengan negara lain, termasuk dengan anggota negara ASEAN lainnya, karena kerjasama keamanan itu bukan pakta militer, Perdana Menteri Malaysia Hussein Onn mengatakan Selasa siang dalam pertemuan pers di Gedung Agung.

Menurut Hussein Onn, kerjasama itu berupa patroli bersama di daerah perbatasan, latihan bersama angkatan bersenjata dan kepolisian kedua negara dan sebagainya.

Mengenai tapal batas kedua negara di Serawak dan Sabah, dikatakan pengukurannya diteruskan dan diharapkan bisa selesai dalam waktu cepat.

Ketika ditanya soal senapan jenis SS-77 buatan Indonesia, Onn tidak menyebut­ nyebut Malaysia akan membeli, hanya mengatakan senjata itu diperlihatkan Senin malam di Gedung Agung. Dia juga menyatakan “senang”, karena Indonesia sudah maju. PM. Onn membantah bahwa dipertunjukkannya senjata tersebut ada kaitannya dengan usaha mencari standarisasi senjata di negara-negara ASEAN.

Perdana Menteri Malaysia juga menyatakan senang terhadap kemajuan Indonesia karena sudah berhasil membuat pesawat terbang dan bahkan mulai menjualnya ke negara lain.

Indo China

Dengan Presiden Soeharto menurut Onn, sudah disepakati antara Indonesia dan Malaysia secara bilateral akan menghubungi negara-negara yang bersengketa di Indocina yaitu RRT dan Vietnam untuk minta agar pertikaian mereka diselesaikan secara damai. Pendekatan tersebut menurut Onn akan dilakukan secara diplomatik.

Dalamhal ini Malaysia yang sudahmempunyai hubungan diplomatik dengan RRT akan menghubungi negara tersebut, sedangkan Indonesia akan menghubungi pihak Vietnam yang mempunyai hubungan diplomatik.

Ditekankan, baik Indonesia maupun Malaysia dalam tindakannya itu bukan alas nama ASEAN. Selain itu kedua negara menyerukan kepada negara-negara besar untuk menghindarkan diri dari tindakan-tindakan yang dapat memperluas peperangan yang terjadi di Indocina.

Mengenai pengungsi Vietnam yang disebutnya sebagai “pelarian -pelarian haram”, Onn menyatakan terima kasih kepada Indonesia yang bersedia menyediakan sebuah pulau untuk penampungan sementara dalam proses sampai mereka dibawa ke negara penerima Di Malaysia sendiri ada 53.000 “pelarian haram” dan dia tak sanggup menerima lagi. Oleh karenanya menolak kedatangan pengungsi tersebut,

Semua fasilitas harus dipenuhi olehnegara penerima, sedangkan penyediaan pulau tersebut hanya berdasar rasa kemanusiaan bukan berarti Indonesia mau menerima mereka.

Dalam hal ekonomi dikatakan, kedua negara menyerukan negara-negara maju supaya mengambil sikap lebih positip terhadap masuknya hasil komoditi ekspor ASEAN.

Dalam kerjasama itu Indonesia menyetujui Kuala Lumpur dijadikan kantor pusat karet alam intemasional guna menstabilkan harga di pasaran dunia.

Onn juga menyatakan turut berduka cita atas musibah Dieng dan Flores atas nama negara dan rakyat Malaysia.

Selesai konperensi pers, PM. Malaysia dan rombongan kembali ke Kuala Lumpur dari lapangan udara Adi Sucipto dilepas Presiden Soeharto yang mengantarnya sampai tangga pesawat.

Presiden Soeharto dan rombongan tiba kernbali di Jakarta sore ini.

Kedatangannya di bandar udara Halim Perdanakusuma disambut oleh Wakil Presiden Adam Malik, Pangkopkamtib Soedomo serta Muspida DKl Jaya.

Turut dalam rombongan Presiden, antara lain Menteri Hankam – Pangab – Menlu a.i. Jenderal M. Jusuf, Menteri Sekretaris Negara Soedharmono dan Kepala Bakin Jenderal Yoga Sugama.

Menteri Soedharmono mengatakan memang dibicarakan masalah persenjataan antara Malaysia dan Indonesia, tetapi tidak sampai kepada standarisasi. Namun jika Malaysia memerlukan senjata-senjata ringan yang diproduksi disini, mereka dapat memesannya.

”Kalau kita memproduksi senjataringan berlebih, Malaysia memerlukannya tentu diberikan”, kata Soedharmono. (DTS

Yogyakarta, Merdeka

Sumber: MERDEKA (07/03/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 36-38.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.