OLAHRAGA KEKUATAN PERJUANGAN

OLAHRAGA KEKUATAN PERJUANGAN

Semarak Perayaan Haornas

PRESIDEN SOEHARTO :

Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama yang berlangsung di tengah berkobarnya api revolusi dan Perang Kemerdekaan membuktikan sejak semula kita menyadari betapa pentingnya arti olahraga dalam pembangunan dan pembinaan bangsa.

Hal itu juga membuktikan olahraga merupakan kekuatan petjuangan. Sejarah pergerakan kemerdekaan nasional dulu menunjukkan, bidang olahraga juga kita jadikan medan untuk melawan kekuasaan penjajah asing.

Demikian Presiden Soeharto dalam sambutannya pada Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-I di Stadion Utama Senayan, Jakarta Pusat, Minggu petang.

"Dengan olahraga kita menyehatkan jiwa dan jasmani. Karena itulah saya menyerukan untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Ternyata saya merasa berbahagia, karena mendapat sambutan positif dari masyarakat luas. Di mana-mana dengan cara sendiri-sendiri terlihat kegairahan masyarakat dalam berolahraga," kata Presiden yang disambut dengan tepukan hangat hadirin.

‘Tapi kini dalam era pembangunan, langkah kita selanjutnya adalah meningkatkan prestasi. Karena olahraga telah berkembang menjadi salah satu kebanggaan nasional. Betapa tidak, dalam satu pertandingan internasional, kita bersama-sama hanyut dalam perasaan, kecemasan dan harapan menyaksikan duta-duta kita di medan laga. Maka olahraga bertambah penting dalam usaha kita melanjutkan, meningkatkan, dan memperluas pembangunan di masa mendatang," seru Presiden yang mengenakan setelan baju batik dan celana coklat.

Sedangkan Menpora Abdul Gafur menilai perkembangan olahraga di tanah air dalam setahun terakhir cukup menggembirakan. Terbukti kita berhasil memboyong kembali Piala Thomas ke bumi.

Sementara dalam Olimpiade Los Angeles, walaupun kita belum menggondol medali namun beberapa rekornas dapat dipertajam," kata Menpora yang memulai sambutan dengan pekikan "merdeka" dan diakhiri dengan seruan "Horas Haornas" tiga kali.

Main Tenis

Diawali dengan pertunjukan drum band PDBI, Haornas berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat dari sekitar 80.000 penonton. Di tribun barat, nampak Presiden Soeharto beserta Ny Tien Soeharto, Wapres Umar Wirahadikusuma bersama nyonya, Menpora, Gubernur DKI Jaya, Ketua Harian KONI Pusat, Suprayogi, para Menteri dan Ketua Umum PB PASI Bob Hasan.

Di tribun timur terpampang poster berukuran raksasa Presiden Soeharto yang sedang memukul bola tenis serta Ny Tien Soeharto yang memberi sambutan dengan bertepuk tangan.

Di bawah poster terlihat beberapa kelompok hadirin yang mengenakan pakaian putih, kuning, biru dan hijau duduk dengan rapih. Semakin menambah keindahan suasana yang memang cukup semarak.

Sebelum Presiden Soeharto memulai sambutannya selama lima menit, perayaan Haornas diawali dengan peragaan drum band disusul parade bendera merah putih dan daerah-daerah lalu diikuti barisan berkuda. Sekitar 1.000 atlet pencak silat yang tergabung dalam IPSI ikut mempertontonkan beberapa jurus olahraga bela diri tradisional.

Tak ketinggalan 6.000 pesenam kesegaran jasmani yang terdiri dari karyawan instansi pemerintah, swasta serta anggota ABRI bergerak seirama dan kompak mengikuti alunan musik senam kesegaran jasmani yang membahana.

Yang tidak kalah menarik adalah lari beranting oleh anak-anak usia sekitar 10-12 tahun, meski hanya ber angsung 5 menit. Setelah acara pokok selesai, dilanjutkan pertandingan sepakbola antara PSMS Medan dan Persib Bandung yang berakhir 1-0 untuk Persib.

Daerah

Perayaan Haornas kali ini tidak saja dilangsungkan di lbu kota tetapi juga di daerah­daerah. Di Padang, Sumbar, bersamaan dengan pembukaan Porwill Sumatera/Kalbar, di Banjarmasin pembukaan Porda se-Kalsel sementara di Ujungpandang, dimulai tahapan pertama Tour d ISSI. Di Solo, para atlet penyandang cacat mulai berlomba pada POK Penca ke-8 diikuti 900 atlet.

Sementara di Semarang, perayaan Haornas, walaupun sederhana namun massal, diwarnai dengan senam kesegaran jasmani yang diperagakan oleh sekitar 3.000 pesenam yang terdiri dari karyawan pemerintah, anggota ABRI, pemuda, pelajar di lapangan Pancasila, Minggu pagi.

Sedangkan perlombaan jalan sehat 5 km di dalam kota Semarang diikuti sekitar 7.000 peserta. Ikut dalam rombongan pejabat Muspida Tingkat I Jateng dan Tingkat II Semarang.”

Jalan sehat yang diselenggarakan oleh Yayasan Dana Olahraga (Yadora) Jateng, di samping untuk memeriahkan Haornas, juga untuk mencari dana bagi pembinaan olahraga di Jateng. Untuk itu para peserta dipungut biaya sebesar Rp2.500.

Para peseta sendiri mendapat satu baju kaos dan topi di samping kupon berhadiah. Yaitu hadiah pertama sebuah mobil Daihatsu Hijet, hadiah kedua sebuah lemari es dan 20 jam dinding untuk duapuluh pemenang hadiah ketiga. Ruliana dari desa Kalilangse, Semarang, akhirnya memenangkan hadiah pertama. (RA)

Jakarta, Kompas

Sumber : KOMPAS (10/09/1984)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VII (1983-1984), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 865-867.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.