NYONYA TIEN SOEHARTO: FUNGSI IBU RUMAH TANGGA JANGAN DIANGGAP REMEH

NYONYA TIEN SOEHARTO: FUNGSI IBU RUMAH TANGGA JANGAN DIANGGAP REMEH[1]

Jakarta, Merdeka

Kedudukan keluarga dalam kehidupan suatu masyarakat sangatlah penting. Keluarga merupakan basis dasar dari masyarakat yang lebih besar, karenanya kualitas Keluarga sangat mempengaruhi kualitas masyarakat itu, sendiri.

“Oleh karena itu, fungsi kaum wanita selaku ibu rumah tangga janganlah dianggap enteng dan remeh,” kata Nyonya Tien Soeharto pada acara halal bihalal dengan Majelis Ta’lim Bergema Himpunan Wanita Satuan Kerja Ulama Indonesia di Istora Senayan, Jakarta, Senin.

Diingatkan, dalam kehidupan yang mengalami berbagai perubahan, kukuh tidaknya kehidupan keluarga juga akan tercermin pada kukuh tidaknya masyarakat. “Menghadapi perubahan zaman, tentu saja kita tidak akan bersikap melawan arus. Namun kita pun tidak ingin hanya terbawa arus begitu saja. Untuk itu semua, terutama kita kaum ibu, harus selalu berusaha meningkatkan pengetahuan dan wawasan, “katanya.

Halal bihalal yang dihadiri Menteri Perhubungan Azwar Anas dan ribuan kaum muslimat tersebut diisi dengan uraian hikmah Idul Fitri 1412 H oleh Ketua Golkar Bidang Rohani danWakil Ketua Dewan Pembina Satuan Karya Ulama Ismail Hassan.

Nyonya Tien lebih Ianjut mengemukakan, sesuai kedudukan dan fungsi selaku orang tua, para ibu harus mendidik anak-anak sebaik-baiknya. Sebagai muslimat, kaum ibu harus berusaha mendidik anak-anaknya menjadi anak-anak yang saleh, anak­ anak yang menghayati agamanya dengan baik.

Sebagai warga negara Indonesia, kaum muslimat juga harus berusaha agar anak­ anaknya benar menjadi pengamal dan penghayat Pancasila. Kedua hal tadi tidaklah bertentangan.

“Sebab, nilai-nilai Pancasila itu sangatlah sesuai dan sejalan dengan nilai-nilai agama kita, “ujarnya.

Dikatakan, sebagai wanita muslim Indonesia ibu-ibu dapat mendidik anak­ anaknya menjadi generasi yang religius dan sekaligus patriotik. Dengan kualitas kepribadian seperti itu, mereka akan mampu menyumbangkan segala kemampuan mereka untuk kemajuan bangsa dan negara.

Ketua Umum Satkar Ulama Indonesia Tjokropranolo dalam sambutannya mengharapkan, agar pengurus dan anggota Himpunan Wanita Satuan Karya Ulama Indonesia (Hiwasi) bekerja keras meningkatkan organisasi dengan meningkatkan ketakwaannya sesuai ajaran Islam.

Mereka juga diharapkan meningkatkan kesejahteraan sosial, mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan ekonomi, sehingga bangsa Indonesia memiliki karakter yang tinggi, rasa mandiri dan produktif.

Ketua Umum DPP Hiwasi Fatimah Abdullah Muchtar dalam laporannya mengatakan, sebagai organisasi kemasyarakatan wanita, Hiwasi mengemban misi Tri Pengabdian, yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan, meningkatkan wawasan kebangsaan dan kesejahteraan. (ASS)

Sumber: MERDEKA (28/04/1992)

__________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIV (1992), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 792-793.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.