NY. ROEDER : IA MENINGGAL DENGAN SETUMPUK RENCANA

NY. ROEDER : IA MENINGGAL DENGAN SETUMPUK RENCANA[1]

Jakarta, ANTARA

Penulis buku otobiografi Presiden Soeharto, DR Rolf O.G. Roeder (80th) meninggalkan dunia yang fana ini Juni lalu dengan setumpuk rencana yang belum usai dikerjakan, antara lain pergi ke Indonesia mengunjungi sahabat-sahabatnya.

Ny. Ortrud Roeder ketika dihubungi ANTARA di kediamannya di Munchen/ Selasa sore, dengan suara tersendat-sendat menahan tangis mengatakan, ia sama sekali tidak menduga akan ditinggal suaminya begitu cepat.

“Sangat tidak diduga ia masih punya banyak rencana, menulis buku, pergi ke Indonesia menemui sahabat-sahabatnya,” kata Ny. Roeder terbata-bata menahan tangis.

Dengan suara sedih Ny. Roeder menceritakan, suaminya meninggal begitu mendadak ketika sedang jalan-jalan cari angin di kota kediamannya Munchen 22 Juni 1992.

“Ia baru sepuluh menit berjalan tiba-tiba jatuh dan meninggal,” katanya sambil terisak-isak.

Ketika Pami Hadi, wartawan ANTARA yang pernah bertugas tujuh tahun lebih. di Jerman dan sering bertemu almarhum serta mengunjungi kediamannya di Munchen menelpon Selasa sore untuk menyatakan bela sungkawa, Ny. Roeder tidak dapat menahan tangisnya.

Ia menceritakan, suaminya adalah orang yang betul betul mencintai Indonesia ini dibuktikan dengan kehadirannya secara rutin di kedutaan Besar RI di Bonn pada setiap peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus.

“Rencana yang akan segera ia laksanakan adalah pergi ke Bonn tanggal 14 Agustus ini untuk menghadiri upacara peringatan HUT kemerdekaan 17 Agustus 1992”, kata Ny. Roeder.

Almarhum O.G Roeder yang dinikahkan pada 26 Juni 1992 di Munchen secara rutin berkunjung ke Indonesia paling sedikit sekali setahun.

Kunjungannya yang terakhir ke Indonesia adalah April  1992 lalu kata Ny. Ortrud Roeder.

Rombongan  Kanselir

Di Jerman, DR. Rolf O.G. Roeder, kelahiran 9 Maret 1912, dikenal sebagai pakar tentang Indonesia. Ia sering diundang untuk memberikan ceramah tentang seluk­ beluk Indonesia oleh berbagai lembaga swasta dan pemerintah di Jerman.

Oleh karena itulah, dalam rencana kunjungan Kanselir Jerman Helmut Kohl ke Indonesia, DR. Roeder dimasukan dalam salah satu anggota rombongan penting perdana menteri Jerman tersebut.

“Ia sudah dihubungi pemerintah di Bonn untuk ikut dalam satu pesawat dengan Kanselir Kohl,” kata Ny. Roeder kepada ANTARA.

Menurut Pami Hadi, yang biasa memanggil O.G. Roeder dengan sebutan “Papa”, almarhum orangnya sangat enerjik dan suka humor, Sehingga ketika usianya sudah 72, tahun 1984 dengan santai Roeder mengakatan.

“Siapa bilang usia saya 72, usia saya yang benar adalah 27,” katanya sambil tertawa.

Meninggalnya DR. Roeder memberikan kenangan yang mendalam bagi sebagian pejabat tinggi RI. Presiden Soeharto dan keluarga, Menristek BJ. Habibie serta Kedubes RI di Bonn mengirim karangan bunga sebagai ucapan belasungkawa.

Sementara Menteri Ali Alatas menulis surat duka yang isinya menurut Ny. Roeder sangat menyentuh hatinya. (T SR1/P9/RE2/92-07-14-19X53/TB02)

Sumber : ANTARA (15/07/1992)

____________________________________________________

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIV (1992), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 804-806.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.