NILAI TUKAR RUPIAH TURUN TAJAM DI PASAR UANG SINGAPURA

NILAI TUKAR RUPIAH TURUN TAJAM DI PASAR UANG SINGAPURA[1]

 

Singapura, Media Indonesia

Nilai tukar rupiah turun tajam terhadap dolar AS di pasar uang Singapura, setelah Mensesneg Moerdiono mengumumkan rencana keberangkatan Presiden Soeharto ke Eropa untuk pemeriksaan kesehatan.

Dolar diperjualbelikan pada nilai tukar Rp2.334-Rp2.336 pada sesi Jumat petang, setelah dibuka dengan Rp 2.335.

“Pasar masih sangat nervous dan menunggu perkembangan rinci tentang kesehatan Presiden Soeharto.” kata Callum Henderson, analis pada MMS International.

Dia menambahkan,

“Pasar masih terkendali, melepas rupiah dalam skala kecil, tetapi masih tetap berhati-hati.”

Masih menurut Henderson,

“Dari dana-dana offshore, apa yang kamu lihat adalah meningkatnya lindung nilai (hedging) sebagai alasan utama terhadap aset di pasar Indonesia, dari pada menjualnya sekaligus.”

Tapi, jika kekhawatiran terhadap kesehatan Presiden meningkat,

“Anda akan melihat berlanjutnya penjualan rupiah,karena para pemilik dana akan melepas posisi mereka dari pada sekedar lindung nilai.” ujar Henderson lagi.

Hari Kamis di Singapura, dolar ditutup pada kurs Rp.2.338, setelah dibuka dengan Rp.2,326, menyusul isu tentang kesehatan Presiden Soeharto. Presiden dijadwalkan bertolak ke Eropa dari Jakarta, Minggu.

“Pasar niscaya nervous dengan perkembangan politik di Indonesia akhir-akhir ini.” kata Henderson lagi.

Henderson juga mengacu pada beberapa faktor politik lain, termasuk konflik di tubuh Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang terus berkepanjangan.

Kepada seorang rekannya dari Indonesia, Henderson berujar,

“Negara Anda memiliki situasi yang sulit bagi investor asing untuk membuat keputusan.”

Para analis mengatakan bahwa faktor-perekonomian Indonesia sebenarnya tidak menimbulkan kekhawatiran. Faktor yang menjadi kekhawatiran investor adalah situasi politik akhir-akhir ini sampai dengan Sidang Umum MPR 1998.

“Kami bisa memperkirakan pasar akan cenderung sarat dengan rupiah di akhir pekan ini.” demikian komentar dari Natwest Market Singapore.

“Dolar AS-rupiah akan ditransaksikan pada basis yang kuat, sekitar Rp.2.330. Dalam jangka dekat, kita akan melihat dolar pada kurs Rp.2.350.”

Faktor lain yang ikut mempengaruhi kuatnya transaksi dolar-rupiah adalah perkiraan tentang segera naiknya suku bunga di AS, yang terjadi pada saat Bank Indonesia memperlihatkan kecenderungan mendepresiasi rupiah untuk meningkatkan daya saing produk ekspor. Sebelum anjlok mulai Kamis lalu, rupiah sempat diperdagangkan dalam range yang ketat, antara Rp.2.325-2.327, ditengah kuatnya minat beli rupiah dari lembaga-lembaga keuangan internasional.

Para pialang mengatakan, investasi asing dan arus modal akan terus memasuki Indonesia karena nilai tukar rupiah melemah. Arus dana asing itu pada gilirannya akan memperkuat posisi rupiah. Kamis lalu, kenaikan dolar AS di pasar uang spot antar-bank Jakarta, tertahan, rendah sebelumnya sempat menguat 13 poin.

“Dollar AS sempat naik sampai Rp.2.339,50 atau menguat 13 poin karena penjualan rupiah yang dilakukan para pelaku pasar asing yang diikuti juga oleh pelaku local.” kata pialang BRI.

Hari libur nasional AS dan penyelesaian transaksi spot yang lebih panjang karena melewati libur akhir pekan mempengaruhi para pelaku pasar untuk cenderung pegang rupiah,karena lebih menguntungkan. Disamping itu, likuiditas rupiah cenderung stabil.

Hari itu, seperti halnya Bursa Efek Jakarta, pasar uang juga sempat dibuat sibuk oleh isu tentang kesehatan Presiden Soeharto.

Sumber : MEDIA INDONESIA (06/07/1996)

__________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 338-339.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.