NEGARA PENANDATANGAN GATT DIHARAPKAN PENUHI TATA TERTIB

NEGARA PENANDATANGAN GATT DIHARAPKAN PENUHI TATA TERTIB[1]

 

Nusa Dua, Antara

Indonesia mengharapkan setiap negara penandatangan GATT (Persetujuan Umum tentang Perdagangan dan Tarif) sepenuhnya berpartisipasi dalam perundingan dan membuka pasarnya serta menuruti tata tertib GAIT.

Harapan itu disampaikan Menko Indag Hartarto dalam sambutan tertulisnya pada penutupan konvensi ke-10 Federasi Pakaian Internasional (IAF-International Apparel Federation) di Bali Internasional Convention Centre, Nusa Dua, Rabu sore.

Dikatakannya, dalam waktu sepuluh tahun mendatang atau setelah putaran Uru­guay sepenuhnya beroperasi, maka persaingan akan makin meningkat di dalam pasaran domestik. Bagi Indonesia sendiri, hal tersebut bukan merupakan sesuatu hal yang baru, karena sudah menjadi arahan kebijakan Indonesia sejak deregulasi tahun 1986.

“Kita sekarang hanya bisa memberikan ketahanan kita untuk menjadi lebih kompetitif, baik didalam harga maupun kualitas. Industri harus mengerjakan pekerjaan rumahnya dan pemerintah harus memberikan dukungannya melalui penyediaan iklim investasi lebih baik,” kata Hartarto.

Hartarto mengatakan pula tekstil dan produk tekstil merupakan salah satu produk ekspor yang sangat dominan bagi Indonesia, dan akan tetap menjadi kekuatan untuk menggerakkan dan memperbaiki daya saingnya.

Dikemukakannya, industri tekstil Indonesia telah mencapai kemajuan cukup menggembirakan. Pemerintah akan tetap mendukung perkembangan industri tekstil untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi secara terus-menerus dan akan konsisten memperbaiki iklim perdagangan dan investasi antara lain dengan deregulasi dan debirokratisasi, serta memberikan otonomi lebih banyak pada pemerintah daerah. Konvensi yang berlangsung dua hari (14-15 Juni) dan dibuka Presiden Soeharto itu diikuti sekitar 400 peserta dari 30 negara anggota IAF. (U-DPS-004/  EU02/ru2)

Sumber: ANTARA(15/06/1994)

__________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 277-278.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.