MUI TTG DIALOG KEPENDUDUKAN NEGARA BERKEMBANG

MUI TTG DIALOG KEPENDUDUKAN NEGARA BERKEMBANG

 

 

PBB bersedia membiayai pelaksanaan penyelenggaraan pertemuan antar negara berkembang di Indonesia untuk membicarakan soal kependudukan dan lingkungan apabila Indonesia sendiri tidak keberatan menjadi pemrakarsa pertemuan itu.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Hasan Basri mengemukakan hal tersebut kepada pers di Jakarta hari Senin seusai menyampaikan informasi kepada Menko Kesra H. Alamsjah Ratu Perwiranegara tentang hasil-hasil pertemuan sejumlah tokoh politik dan spiritual dunia yang diikutinya di Roma, Italia, bulan lalu.

Menurut Hasan Basri, kesanggupan PBB membiayai pertemuan antar negara berkembang di Indonesia itu dinyatakan Kepala Perwakilan Program Pembangunan PBB (UNDP) Galal Magdi dalam pertemuan dengannya di Jakarta, Kamis pekan lalu.

“Sungguh menggembirakan kalau Presiden Soeharto sudah menyetujui Indonesia bersedia memprakarsai pertemuan itu. Biayanya saya kira sebaiknya tidak perlu dari Indonesia, tetapi dari PBB,” kata Galal Magdi dikutip Hasan Basri.

Untuk itu, Galal Magdi dalam waktu dekat akan melapor ke Markas Besar PBB di New York dan kembali ke Indonesia setelah menyusun rancangan proposal pertemuan tersebut.

Hasan Basri mengatakan bahwa Presiden Soeharto ketika menerima laporannya tentang hasil pertemuan Roma di Istana, Rabu lalu menyatakan bahwa ia pada prinsipnya setuju Indonesia memprakarsai pertemuan tersebut

Usul agar Indonesia memprakarsai pertemuan antar negara berkembang untuk membicarakan masalah-masalah kependudukan dan lingkungan muncul pada pertemuan para tokoh politik serta spiritual di Roma.

Ketua Umum MUI mengatakan bahwa usul tersebut dilontarkan karena para peserta pertemuan di Roma menilai Indonesia merupakan negara berkembang yang berhasil melaksanakan pembangunan bidang kependudukan dan linkungan.

Pertemuan di Roma itu sendiri diselenggarakan sebuah badan berpusat di New York, AS, yang menghimpun sejumlah tokoh politik dunia secara pribadi, antara lain bekas PM Jepang Takeo Fukuda, bekas Kanselir Jerman Barat Helmut Schmith, bekas PM Kanada Elliot Trudeau dan bekas PM Belanda Andreas Van Agt.

Hasan Basri dari Indonesia diundang menghadiri pertemuan itu untuk mewakili Islam, sementara Agama Katolik, Protestan, Hindu dan Agama Budha masing-masing diwakili tokoh spiritual dari Austria, Amerika Serikat, India, dan Jepang. (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (13/04/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 107-108.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.