MPR SAMPAI SAAT INI SOEHARTO CALON TUNGGAL

MPR SAMPAI SAAT INI SOEHARTO CALON TUNGGAL

 

Ketua MPR/DPR H. Amir Machmud mengatakan, sampai saat ini Jenderal TNI (purn) Soeharto merupakan calon tunggal untuk jabatan Presiden RI/Mandataris MPR masa bakti 1988-93, karena sampai sekarang tidak ada usul lain.

Ketua mejelis mengatakan hal ini seusai menerima pernyataan kebulatan tekad DPRD Tingkat I JawaTengah di Gedung DPR Jakarta Jum’ at.

DPRD TK I Jawa Tengah dalam pernyataan yang dibacakan ketuanya, Ir. Soekorahardjo mencalonkan kembali Jenderal TNI (purn) Soeharto sebagai Presiden/Mandataris MPR masa bakti 1988-93.

Dengan pernyataan DPRD Tk I Jateng ini sudah 23 propinsi, 51 delegasi dan 233 surat yang ditampung MPR yang menghendaki di calonkannya kembali Presiden Soeharto.

Atas pertanyaan pers, Amir Machmud mengatakan, “kalau proses pencalonan itu demokratis, ya demokratis”.

“Undang-undang tidak bisa menyalahkan kalau calonnya memang seorang,” katanya lagi.

Tentang calon Wapres, ketua majelis mengatakan, sampai kini belum ada yang mencalonkan.

Sangat Penting

Ketua MPR ketika menerima delegasi DPRD Tk I Jateng itu mengatakan, pernyataan ini sangat penting dan menentukan, walaupun MPR nantinya yang akan memperjuangkannya.

Pernyataan-pernyataan pencalonan kembali Presiden Soeharto dinilai Amir Machmud rasional, obyektif, tidak latah dan tidak ikut-ikutan, karena didasarkan pada kenyataan keberhasilan pemerintah Orde Baru.

Ketua majelis juga mengingatkan, keterbukaan Pancasila jangan disalahtrapkan.

Keterbukaan Pancasila yang dimaksud adalah untuk mengembangkan segi-segi praktis saja dalam rangka pelaksanaan pembangunan, sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman, katanya.

Keterbukaan Pancasila tidak berarti terbuka untuk digantikan liberalisme, sosialisme dan lain-lain, juga tidak untuk merombak isi sila-sila dari Pancasila, demikian Ketua MPR/DPR H. Amir Machmud. (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (16/01/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 23.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.