MORAL AGAMA HARUS JADI PEGANGAN TANGANI MASALAH KEPENDUDUKAN

MORAL AGAMA HARUS JADI PEGANGAN TANGANI MASALAH KEPENDUDUKAN

 

 

Jakarta, Antara

Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup (KLH) Prof. Dr. Emil Salim mengatakan bahwa moral yang berazaskan ajaran agama harus dijadikan pegangan dalam menangani masalah kependudukan dan Keluarga Berencana (KB).

Selain moral agama, yangjuga perlu diperhatikan untuk menerapkan berbagai kebijaksanaan dalam menangani masalah kependudukan dan KB adalah daya dukung alam suatu negara, demikian Emil Salim ketika memberikan pengarahan kepada peserta Konperensi Internasional tentang Islam dan Kebijaksanaan Kependudukan di Jakarta, Senin petang.

Konperensi yang dibuka Presiden Soeharto di Istana Negara, Jakarta, Senin pagi itu dihadiri 120 peserta yang terdiri atas 70 peserta luar negeri yang berasal dari 29 negara, 20 peserta dari Indonesia dan 30 peninjau dari berbagai organisasi internasional.

Para peserta konperensi tersebut dijadwalkan bertolak menuju Lhokseumawe, Aceh, 20 Februari, untuk saling bertukar pengalaman melalui berbagai diskusi yang akan berlangsung sampai 23 Februari 1990.

Pengarahan tersebut diawali dengan perkenalan beberapa menteri, termasuk Menko Kesra Soepardjo Rustam dan pejabat Indonesia lainnya oleh Menteri Agama H. Munawir Sjadzali kepada peserta konperensi.

Selain Emil Salim, turut memberikan pengarahan antara lain, Menteri Kesehatan dr.Adhyatma, MPH dan Menteri Negara Urusan Peranan Wanita Sulasikin Murpratomo.

 

 

Sumber : ANTARA (19/02/1990)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XII (1990), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 613.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.