MODAL SWASTA ASING SESUAIKAN DIRI DENGAN ARAH PEMBANGUNAN INDONESIA

PRESIDEN HARAPKAN:

MODAL SWASTA ASING SESUAIKAN DIRI DENGAN ARAH PEMBANGUNAN INDONESIA [1]

 

Jakarta, Kompas

Presiden Soeharto berharap agar modal swasta asing mampu dan mau menyesuaikan kepentingan dengan dasar serta arah pembangunan Indonesia. Hal itu diucapkan dalam pidato peresmian sebuah pabrik asbes perusahaan patungan Indonesia – Australia di Tenggerang, hari jum’ at sore.

Sedang PM Australia Malcolm Fraser, sebelumnya menyatakan bahwa Indonesia setelah Papua Nugini menjadi sasaran utama penanaman modal swasta Australia yang terbesar di Asia Tenggara. dan pula Indonesia semakin menarik bagi dana modal swasta dari Australia. Selanjutnya Fraser mengatakan, “Hendaknya penyertaan modal Indonesia kian hari kian besar dan bersamaan itu berlangsung pula pemindahan pengetahuan dan ketrampilan kepada karyawan Indonesia melalui pendidikan dalam segala lapisan perusahaan” kata Fraser.

Peresmian ini antara lain dihadiri pula oleh Menlu Andrew Peacock, Menlu ai. M. Panggabean, Menteri Perindustrian M Jusuf, Menteri Pertambangan DR. Sadli, Gubernur Jawa Barat A. Kunaefi, Dubes Woolcott.

Gubernur DKI Ali Sadikin dalam kata sambutannya menyatakan bahwa sejak berlakunya Undang- Undang Penanaman Modal Asing pada 1967wilayah DKI Jaya sudah menerima penanaman modal asing 6.688 juta dollar.

Dan hingga kini sudah 24 proyek usaha patungan dan sebuah proyek penanaman modal langsung dari Australia, selain itu ditegaskan bahwa modal asing pertama yang ditanam di Jakarta sejak berlakunya UUPMA adalah dari Australia.

Paling awal memberikan sambutan adalah JB Reidketua Dewan direksi PT James Hardie Indonesia. sambutan disampaikan secara lancar dalam Bahasa Indonesia. Reid mengatakan 60 persen dari peralatan untuk pabriknya dibuat di Indonesia secara bersama oleh para ahli Indonesia maupun Australia.

PT James Hardie bermodal Rp. 8,8 milyard dan memproduksi berbagai bahan bangunan dari asbes semen dengan kemampuan produksi 90.000 ton bahan bangunan (atap, penutup dinding dan sebagainya), 25.000 ton pipa asbes semen. Jumlah karyawan baru 20 orang dan kapasitas penuh mencapai 400 orang. Semua staf ahli bangun Australia sudah terlatih berbahasa Indonesia dengan baik.

Peresmian dilakukan dengan penekanan tombol oleh Presiden Soeharto kemudian penandatanganan prasasti olehnya dan PM Fraser, dan diakhiri dengan peninjauan keliling. (DTS).

Sumber: KOMPAS (09/10/1976)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 149-150.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.