MEREBUT KEPERCAYAAN RAKYAT DENGAN DERMA

MEREBUT KEPERCAYAAN RAKYAT DENGAN DERMA[1]

 

Jakarta, Republika

Salah satu keputusan sidang pertama Kabinet Pembangunan VII yang langsung dipimpin Kepala Negara adalah meminta kerelaan para menteri untuk menyumbangkan gaji pokoknya guna membantu masyarakat. Presiden Soeharto memberi teladan mempelopori gerakan itu dengan menyumbangkan seluruh gajinya selama setahun untuk keperluan negara guna membantu masyarakat yang terkena dampak krisis moneter.

Perkiraan hitungan di atas kertas, hasil pengumpulan dan dari sumbangan Presiden dan Wakil Presiden serta para Menteri Kabinet Pembangunan VII sebulannya akan terhimpun uang tunai sebesar sekitar Rp.200 juta. Imbauan itu rencananya akan diperluas dengan mengajak seluruh Gubernur dan para pejabat eselon I ditambah para direktur BUMN untuk turut menymnbangkan gaji pokok mereka dengan tujuan yang sama. Kalau seluruh rencana itu terlaksana, niscaya jumlah uang itu dengan mudah akan menjadi sekitar Rp.1 miliar tiap bulan. Suatu jumlah yang cukup bermakna.

Sasaran yang hendak dituju bantuan ini adalah mereka yang sudah atau akan kehilangan pekerjaan karena krisis moneter. Kalau benar, niscaya besarnya uang  sumbangan itu akan lebih bermakna simbolis. Karena itu Menteri Sosial Ny. Siti Hardiyanti Rukmana segera mengisi makna substantif penggunaan dana itu dengan memasukkannya ke dalam rencana anggaran Departemen Sosial untuk membantu membiayai program Kesetiakawanan Sosial. Bukankah program Depsos itu semestinya sudah ada tercantum dalam APBN tahun anggaran ini?

Itulah sebabnya dapat dipahami kalau ada yang menyarankan seyogyanya hasil pengumpulan dana oleh instansi pemerintah yang dipungut berdasar kebijaksanaan dan imbauan Presiden itu, disetorkan saja ke kas negara, sebagai salah satu sumber penerimaan di luar pajak. Demi tertib administrasi, tertib hukum, dan dalam rangka turut membangun kepercayaan publik, saran itu bila dilaksanakan menjamin otomatis dapat dilakukan pengawasan oleh lembaga-lembaga pengawas yang sudah ada. Sebab, kalau dana itu dibukukan terpisah dalam account bank tersendiri, niscaya aparat pengawasan fungsional secara hukum tidak mempunyai akses untuk menyentuhnya.

Siapa tahu, APBN kita tahun ini terpaksa menciut mungkin karena target penerimaan dalam negeri sulit dicapai. Dapat diduga pajak seret masuknya akibat krisis. Penerimaan dari minyak bumi juga kemungkinan akan bisa turun dari perkiraan semula. Dalam APBN harga minyak mentah kita telah dipatok atas dasar perkiraan harga 17 dolar per barel. Padahal dalam perkembangan terakhir, harga itu hanya mencapai sekitar 13 dolar per barel. Makna substantive kebijaksanaan pemerintah yang ditujukan untuk mengatasi pengangguran dan melemahnya daya beli rakyat lebih banyak ditunggu daripada hasil daya serius pemerintah mengatasi masalah merosotnya nilai tukar rupiah.

Sampai saat ini rupiah kita terkesan “disandera” oleh spekulan pada nilai tukar sekitar Rp.10.000 per satu dolar. Naik turunnya nilai itu jelas sekali nampak dikaitkan dengan perkembangan kepercayaan pasar pada prospek kebijaksanaan pemerintah Indonesia dalam mengatasi krisis. Para spekulan rupanya selalu mengintip berapa tersedianya dolar dalam cadangan devisa kita. Mereka dapat menghitung kebutuhan kita akan dolar tiap bulannya, baik guna membayar kebutuhan impor maupun untuk melunasi bunga dan cicilan utang luar negeri yang sudah jatuh tempo. Cara lain merebut kepercayaan masyarakat atas kemampuan pemerintah mengatasi masalah ini dapat juga ditempuh dengah jalan semua unsur dalam pemerintahan menunjukkan bahwa mereka benar-benar menghayati serta menunjukkan dengan sikap dan perilaku, betapa serius keadaan yang kita hadapi saat ini.

Sumber : REPUBLIKA (19/03/1998)

_______________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 257-258.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.