MENYUMBANGKAN GAJI TINDAKAN ARIF PEGAWAI KECIL JANGAN IKUT

MENYUMBANGKAN GAJI TINDAKAN ARIF PEGAWAI KECIL JANGAN IKUT[1]

 

Jakarta, Media

Kalangan DPR menilai keinginan Presiden, para Menteri, dan Gubernur menyumbangkan gajinya selama satu tahun untuk pengentasan kemiskinan merupakan tindakan arif Namun diingatkan agar gaji pegawai rendah tidak perlu ikut dipotong.

Hal tersebut merupakan kesimpulan wawancara dengan anggota DPR RI Syaiful Mu’arif (F-KP), Syaiful Anwar Hoesein (F-PP), Indra Bambang Utoyo (F-KP), serta Budi Hardjono (F-PDI) kemarin di Jakarta.

Mereka ditemui secara terpisah berkaitan dengan tekad Presiden, para Menteri, dan Gubernur yang menurut Indra Bambang Utoyo, bila Presiden rela menyisihkan gajinya untuk membantu pengentasan kemiskinan, tentu menteri dan pejabat akan ikut. Namun dia berharap, para pegawai negeri yang gajinya memang sudah kecil, tidak perlu ikut dipotong. Mereka cukup diminta bekerja lebih keras agar kebocoran uang negara bisa diperkecil.

Indra mengaku terkesan dengan gerakan moral yang diperlihatkan elite bangsa ini dalam mengatasi krisis seperti gerakan Cinta Rupiah, aksi pembagian sembako dan sebagainya kalau memang dilakukan secara tulus.

“Jika kalangan mampu dan mau menyisihkan hartanya, berarti rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia masih ada.” kata Indra.

Hal senada dikemukakan Syaiful Anwar Hoesein yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI. Dia menyambut baik tindakan eksekutif menyumbangkan gajinya itu, namun diingatkan bahwa persoalan utama yang dihadapi sekarang adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar.

“Untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar hanya dicapai melalui peningkatan ekspor. Karena itu sektor itu harus digalakkan dengan menghapus berbagai biaya siluman serta kendala-kendala lainnya.” kata Syaiful Anwar.

Menyumbangkan gaji, kata Syaiful lagi, bisa menolong sesaat dan untuk itu harus diapresiasikan secara baik. Namun, harus dipikirkan sesuatu langkah yang lebih luas dan sistematis untuk mengatasi krisis moneter secara keseluruhan, bukan dengan tindakan-tindakan insidentil.

Dia mengajak masyarakat agar tidak terburu-buru menilai kabinet Pembangunan VII ini karena mereka belum bekerja.

“Jangan terlalu apriori terhadap kabinet ini, tetapi sebaliknya juga jangan terlampau optimistis.” dia menambahkan.

Menyumbangkan atau memotong gaji adalah bentuk partisipasi aktif eksekutif terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat kecil, adalah sebuah tindakan yang sangat arif Namun, sejalan dengan itu, krisis sekarang ini harus segera pula ditangani secara konseptual.

Sekretaris F-KP DPR Syaiful Mu’arif mengatakan kesediaan Presiden menyisihkan gajinya hendaknya diikuti menteri dan pejabat eselon I, namun tidak perlu ditiru pegawai negeri rendahan. Dia menganggap, pengusaha juga dapat berpartisipasi menyisihkan penghasilannya membantu negara. Tentu saja pengusaha yang belum bangkrut, dan mengelola usaha lokal tetapi terserap di pasar ekspor.

Ketua F-PD Budi Hardjono pun menyambut baik rencana presiden menyumbangkan gajinya selama setahun kepada negara. Budi menilai langkah Presiden itu sebagai rasa tanggungjawab sosial yang tinggi. Ketika ditanya bagaimana kalau gaji DPR juga diserahkan kepada negara, Budi mengatakan dia tidak representatif mewakili Dewan. Namun dia sendiri, tidak siap untuk itu, karena uang kehormatan yang diterimanya selama ini merupakan tumpuan harapan untuk menghidupi keluarganya.

“Saya tidak memiliki alternatif untuk menghidupi keluarga selain dari uang kehormatan Dewan ini.” ujarnya.

Meskipun demikian, katanya menambahkan, kalau ada di antara anggota Dewan yang bisa hidup tanpa uang kehormatan, ada baiknya juga menyerahkan kepada bangsa dan negara.

Sumber : MEDIA INDONESIA (19/03/1998)

_________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 856-857.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.