MENTERI KLH TTG CALON PENERIMA KALPATARU

MENTERI KLH TTG CALON PENERIMA KALPATARU

Jakarta, Antara

Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Emil Salim mengumumkan, bahwa pencalonan mereka yang dianggap patut untuk dipertimbangkan sebagai penerima penghargaan Kalpataru tahun 1987 sudah bisa disampaikan kepada Panitia Penghargaan Kalpataru.

Batas waktu pengiriman nama calon adalah 1 Mei 1987 yang dialamatkan kepada Panitia Penghargaan Kalpataru, Jl. Merdeka Barat 15 Jakarta 10110, demikian pemberitahuan yang diterima ANTARA dari Kantor KLH hari Senin.

Penghargaan Kalpataru 1987 akan diberikan oleh Presiden Soeharto bagi mereka yang dinilai paling menonjol melakukan upaya perbaikan/peningkatan lingkungan hidup secara luar biasa, dalam suatu upacara memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tanggal 5 Juni  1987.

Agar penerima Kalpataru ini benar benar terpilih di antara calon terbaik, Menteri Emil Salim meminta agar dicari dan diusulkan calon yang diangap memenuhi syarat utama, yaitu bahwa calon harus rakyat biasa yang secara mandiri atas kesadaran sendiri, tanpa disuruh, tanpa pamrih dan secara swadaya berbuat sesuatu di bidang lingkungan hidup.

Penghargaan Kalpataru diberikan dalam tiga kategori, penghargaan perintis lingkungan diberikan kepada seseorang atau sekelompok orang dari rakyat biasa yang betul-betul berjasa dalam lingkungan hidup.

Pengabdian lingkungan diberikan kepada seseorang petugas rendah lapangan, sedangkan kategori penyelamat lingkungan diberikan kepada kelompok masyarakat yang telah berjasa dalam pelestarian lingkungan.

Pencalonan pemenang dilakukan dengan mengajukan usul kepada Menteri Negara KLH, sedangkan pemenangnya akan ditentukan oleh dewan juri yang terdiri dari tokoh/cendekiawan berbobot nasional.

Prestasi calon pemenang akan diteliti kebenarannya di lapangan oleh dewan juri atau panitia yang ditugaskan untuk itu, sedangkan pengusulan boleh dilakukan siapa saja, termasuk  pers,  organisasi  swadaya  masyarakat, pejabat pemerintah dan masyarakat luas dengan jalan mengisi folmulir yang sudah disediakan untuk itu.

Sumber: ANTARA (20/04/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 818-819

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.