MENTERI AGAMA AKAN HADIRI MUSYAWARAH PENGAJIAN WARGA INDONESIA SE-AS

MENTERI AGAMA AKAN HADIRI MUSYAWARAH PENGAJIAN WARGA INDONESIA SE-AS[1]

 

New York, Antara

Menteri Agama Tarmizi Taher, dijadwalkan menghadiri musyawarah pengajian masyarakat Islam Indonesia se-Amerika Serikat di New York, 9 Juni mendatang.

“Jika tidak ada halangan Pak Tarmizi akan hadir pada acara tersebut.” kata Konsul Jenderal (Konjen) RI untuk New York, Isnaedi kepada ANTARA di New York, Minggu.

Menurut Isnaedi, kesediaan Menteri Agama untuk hadir pada musyawarah antar kelompok pengajian warga Indonesia yang berada di AS itu, dikemukakan dalam pembicaraan per telpon baru-baru ini.

Musyawarah pengajian itu akan dilaksanakan di sela-sela berlangsungnya Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-4 Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah AS, di New York, dari 7 hingga 10 Juni 1996.

Kesediaan ICMI Organisasi Satuan New York menjadi tuan rumah MuswiliCMI se-AS itu sendiri merupakan amanah yang dipercayakan Muswil sebelumnya yang dilakukan di Pittsburgh Pennsylvania dari 21 hingga 22 Juli 1995.

Selain musyawarah pengajian, di sela-sela kegiatan musyawarah ICMI itu juga akan dilaksanakan Latihan dan Kajian Islam Intensif (LKII) dan seminar tentang pemanfaatan zakat, bertempat di gedung Konsulat Indonesia di Manhattan, New York.

Tujuan musyawarah pengajian yang diselenggarakan untuk pertama kalinya itu adalah untuk menciptakan suatu sistem komunikasi dan koordinasi antar kelompok pengajian warga Indonesia di AS dengan sebaik-baiknya.

“Kehadiran Pak Tarmizi dalam acara itu tentu merupakan kehormatan serta akan memberi dorongan bagi tercapainya tujuan mulia dari musyawarah tersebut.” kata Isnaedi yang juga berkedudukan selaku salah seorang penasehat ICMI New York.

Melalui musyawarah itu, menurut Isnaedi, diharapkan akan terbentuk semacam jalur komunikasi, baik antar kelompok pengajian di AS maupun dengan organisasi keagamaan di Jakarta.

“Kita juga mengharapkan dibicarakannya program bersama, misalnya bagaimana mengatur urusan haji dan zakat bagi Muslim Indonesia yang berada di AS.” katanya.

Masjid Indonesia

Selama berada di New York, Menteri Agama juga akan melakukan peninjauan ke Masjid Indonesia di Long Island City Queens, New York, yang pembangunan fisiknya mendekati penyelesaian.

Menteri Agama juga berkesempatan hadir pada peresmian mesjid itu yang dilakukan 5 November tahun lalu. Peresmian pemakaian masjid tersebut dilakukan Dubes RI untuk AS, Arifin M. Siregar.

Pembangunan fisik masjid tersebut masih terus dilakukan, khususnya di bagian lantai dasar yang akan diperuntukkan sebagai tempat pendidikan bagi anak-anak dan remaja.

Informasi dari panitia pembangunan masjid menyebutkan, dana yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan lantai dasar masjid tersebut tidak sedikit, dan pembangunannya dilakukan bertahap sesuai dana yang tersedia.

“Tapi saya yakin dalam waktu tidak terlalu lama lagi pembangunan secara keseluruhan akan selesai karena selalu saja ada dermawan yang memberikan dana untuk masjid.” kata Ketua Pembangunan Masjid, Prang Sakirman, kepada ANTARA beberapa waktu lalu.

Masjid tersebut pada awalnya merupakan gudang besar milik seorang Yahudi Amerika. Gudang tersebut kemudian dibeli pada 17 Agustus tahun lalu, dan diubah menjadi masjid yang peresmian pemakaiannya dilakukan November tahun lalu.

Penyumbang bagi pembangunan fisik masjid tersebut terdiri dari berbagai kalangan, baik warga Muslim Indonesia yang berada di AS maupun ditanah air seperti Presiden Soeharto yang melalui Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, memberikan sumbangan sebesar 150.000 dolar AS.

Sumber : ANTARA (28/05/1996)

____________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 616-618.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.