MENSESNEG SERAHKAN DIP RP 203,7 MILIAR UNTUK BALI

MENSESNEG SERAHKAN DIP RP 203,7 MILIAR UNTUK BALI[1]

 

Denpasar, Antara

Mensesneg Moerdiono menyerahkan Daftar isian Proyek (DIP) tahun anggaran 1997/1998 sebesar Rp 203,7 miliar yang bersumber dari APBN untuk provinsi Bali.

Mensesneg atas nama Presiden Soeharto menyerahkan DIP itu kepada Gubernur Bali Ida Bagus Oka disaksikan sejumlah pejabat Pemda Tingkat I dan II serta walikota dan para bupati se-Bali di gedung Jaya Sabha Denpasar, Selasa.

Dibandingkan tahun anggaran sebelumnya (1996/1997), DIP yang diterima provinsi Bali tahun ini meningkat 36 persen.

DIP sebesar itu dialokasikan untuk 49 proyek, termasuk 21 departemen/lembaga. Departemen Pekerjaan Umum tercatat memperoleh DIP paling besar yakni Rp 86,4 miliar, menyusul P dan K Rp 39,6 miliar, Departemen Pertanian dan Kesehatan masing-­masing Rp 11 miliar dan Rp 11,8 miliar.

Presiden Soeharto dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Mensesneg Moerdiono antara lain menyatakan dana bantuan yang diberikan kepada daerah sekitar Rp 10 triliun atau 38,3 persen dari anggaran pembangunan bersumber dari penerimaan dalam negeri.

Dari jumlah itu dana Inpres meningkat cukup besar yaitu lebih dari Rp 1,2 triliun dibanding tahun sebelumnya, sehingga seluruhnya mencapai Rp 7,6 triliun atau sekitar 45 persen adalah Inpres Daerah Tingkat IT yang mencapai hampir Rp 3,5 triliun.

Hal terse but, kata Moerdiono, mencerminkan tekad pemerintah untuk secara bertahap menjadikan Daerah Tingkat IT sebagai titik berat otonomi daerah.

Pada bagian lain, Presiden berharap agar alokasi yang makin besar akan merangsang daerah untuk terus memacu pendapatan asli daerah (PAD) sendiri.

Upaya tersebut harus berlandaskan pada ketentuan peraturan perundang­-undangan, tidak bertentangan dengan peraturan dan kebijakan pemerintah yang lebih tinggi dan bersifat transparan.

“Aparat pemerintah saya harapkan dapat mengayomi, mendukung, merangsang dan mendorong upaya pembangunan yang dilakukan oleh masyarakat. Kegiatan pembangunan yang menjadi program pemerintah hendaknya dilaksanakan bersama dengan masyarakat.” kata Kepala Negara.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Gubernur Oka juga menyerahkan DIPDA proyek APBD Tingkat I Bali tahun anggaran 1997/1998 yang berjumlah 235 proyek dengan total nilai Rp 95 miliar.

Dari jumlah itu, Rp 18,3 miliar lebih atau 19,29 persen di antaranya merupakan subsidi daerah bawahan (SDB). Untuk tahun anggaran 1997/1998 SDB sebesar Rp 18,3 miliar atau meningkat 30,94 persen dibanding tahun 1996/1997 yang Rp 14 miliar.

Peningkatan SDB itu dimaksudkan sebagai salah satu langkah pemerataan pembangunan dan dukungan bagi pelaksanaan otonomi daerah tingkat IT, kata Ida Bagus Oka.

Sumber : ANTARA (01/04/1997)

__________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 298-299.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.