MENSESNEG : PEMERIKSAAN PRESIDEN SESUAI JADWAL HARI SABTU INI TIBA KEMBALI DI JAKARTA

MENSESNEG : PEMERIKSAAN PRESIDEN SESUAI JADWAL HARI SABTU INI TIBA KEMBALI DI JAKARTA[1]

 

Jakarta, Kompas

Mensesneg Moerdiono dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa jadwal pemeriksaan Presiden Soeharto di Rumah Sakit Bad Oeyenhausen Jerman sesuai dengan jadwal, dan Kepala Negara rencananya akan tiba di Halim Perdanakusuma, hari ini, Sabtu (13/7) sekitar pukul 18:15 WIB.

Moerdiono mengatakan kepada wartawan di Jakarta, Jumat, secara umum keadaan kesehatan Presiden setelah pemeriksaan secara menyeluruh itu dinyatakan baik oleh tim kesehatan RS di Jerman bersama dengan tim kesehatan kepresidenan.

“Bahkan Ketua Tim dokter RS Oeyenhausen, Prof. Reiner Koerfer, menegaskan bahwa kesehatan Kepala Negara baik sekali untuk orang seusia beliau.” kata Mensesneg.

Mensesneg menjelaskan, Kepala Negara mengadakan pemeriksaan yang bersifat second opinion terhadap pemeriksaan dokter tim kepresidenan.

“Pemeriksaan second opinion merupakan hal yang normal dan seringkali dilakukan para menteri dan pejabat tinggi pemerintah. Hal itu juga sering dilakukan kalangan di luar pemerintah dari pemeriksaan bisa dilakukan di dalam dan luar negeri.” katanya.

Menurut Moerdiono, tidak ada perubahan jadwal yang berarti dari pemeriksaan kesehatan itu. Perubahan satu-satunya yang terjadi adalah, menurut jadwal, Kepala Negara dari rumah sakit akan langsung menuju Bandara, Jumat pagi. Namun Kepala Negara akhirnya kembali ke hotel tempat menginapnya di sekitar rumah sakit dan setelah itu baru bertolak kembali ke Tanah Air.

Kepala Negara beserta rombongan akan bertolak dari Hannover sekitar pukul 11:00 waktu setempat dan kemudian pesawat akan mengisi bahan bakar di Abu Dhabi.

“Sekitar pukul 18:15 WIB, rombongan menurut rencana akan tiba di Halim.” jelas Moerdiono.

Selama pemeriksaan di Jerman itu, Kepala Negara juga mengadakan pertemuan silaturahmi dengan Kanselir Jerman Helmut Kohl. Kedua pemimpin itu sudah bersahabat erat sejak lama. Kepala negara juga mengadakan jamuan makan malam di kantin rumah sakit yang dihadiri anggota rombongan dan para dokter rumah sakit.

Presiden dalam kesempatan itu menyampaikan rasa terima kasihnya atas pemeriksaan dan pelayanan yang baik dari rumah sakit itu.

Sedangkan Direktur RS dr. Otto Foit menyatakan pula rasa terirna kasihnya atas kepercayaan yang diberikan untuk rumah sakit itu guna melayani Presiden.

Kepala Negara sempat pula meninjau fasilitas rumah sakit yang canggih itu. Presiden setelah itu memutuskan untuk mengirim dokter Indonesia belajar di kota yang memiliki banyak klinik itu. Pengembangan sumber daya manusia merupakan syarat penting memajukan dunia kesehatan selain peralatan canggih, kata Presiden seperti dikutip Mensesneg.

Moerdiono menjelaskan, selama di Jerman, Kepala Negara secara rutin dan menyeluruh mendapat laporan mengenai perkembangan di Tanah Air. Presiden selalu juga memberikan berbagai petunjuk kepada para pembantunya. Penjelasan akhir mengenai hasil pemeriksaan kesehatan Presiden akan dijelaskan tim kesehatan setelah Kepala Negara tiba di Jakarta, kata Moerdiono.

Tiga Tamu

Di Bad Oeyenhausen, Presiden Soeharto menerima tiga orang tamu di hotel tempatnya menginap di Knigshof, Bad Oeynhausen, Jumat, sejak pukul 08:00 sampai 10:00, sebelum kembali ke Indonesia dengan pesawat MD 11 Garuda Indonesia yang lepas landas pada pukul 11:00 dari Hannover.

Presiden Soeharto setelah menyelesaikan seluruh pemeriksaan kesehatan sejak Selasa sampai Kamis di Rumah Sakit Herz und Diabetes Zentrum Bad Oeyenhausen, mempercepat jadwal kepulangan dari rencana Minggu, karena hasil pemeriksaan kesehatannya menurut dokter sangat memuaskan.

Kepala Negara yang mulai menjalani pemeriksaan kesehatan pukul 07:00 Selasa (9/7) dan Kamis pukut 20:45, meninggalkan rumah sakit setelah bertemu Kanselir Jerman Helmut Kohl yang menjenguknya di rumah sakit pukul 16:00 dan menjamu makan malam tim dokter pemeriksanya pukul 19:00.

Presiden Soeharto dalam pidatonya pada jamuan makan malam bagi tim dokter ahli pimpinan Prof Dr. Reiner Koerfer yang memeriksanya, mengatakan, terima kasih atas segala jerih payah yang dilakukan dalam “general check up” tersebut.

Kepala Negara juga menyatakan kerja sama Indonesia-Jerman dalam bidang medis dan kedokteran perlu lebih ditingkatkan di masa-masa mendatang, seperti misalnya antara Herz und Diabetes Zentrum dengan RS Jantung Harapan Kita yang didirikan almarhumah Ibu Negara Tien Soeharto.

Dalam pertemuannya selama 1,5 jam dengan Kanselir Helmut Kohl, yang menurut Menristek BJ. Habibie sebagai pertemuan dua sahabat lama, Presiden Soeharto juga menyatakan perlunya terus peningkatan hubungan kerja sama kedua negara dalam berbagai aspek.

Teknik kedokteran

Kedua Kepala Negara, menurut Habibie, menyatakan akan segera merealisasikan peningkatan kerja sama teknik kedokteran khususnya jantung dan kanker yang implementasinya direncanakan berlangsung pada kunjungan kenegaraan Kohl ke Indonesia yang direncanakan Oktober mendatang.

Sementara itu, pakar penyakit jan tung Prof. Dr. Reiner Koerfer yang menjadi ketua tim dokter ahli pemeriksa kesehatan Presiden Soeharto mengatakan, seluruh organ tubuh bagian dalam Kepala Negara, baik jantung, limpa, paru-paru, ginjal dan aliran darahnya berfungsi normal sesuai dengan keadaan usia 75 tahun Presiden Soeharto. Tim dokter ahli Presiden Soeharto, yang selain dari Bad Oeynhausen juga didatangkan dari Hannover, Dusseldorf dan Minden, menurut Koerfer, sependapat bahwa kondisi kesehatan Presiden Soeharto lebih baik dari perkiraan sebagian orang.

Atas nama pihak keluarga, Siti Hardijanti Indra Rukmana (yang akrab dengan panggilan Mbak Tutut), menyatakan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah mendoakan kesehatan bagi Presiden Soeharto dalam menjalani pemeriksaan.

Para tamu, yang diterima Presiden Soeharto di hotel yang berseberangan jalan dengan Taman Penyehatan (Kurpark) di kota berbukit berpenduduk 50.000 orang itu, masing-masing pukul 08:00 adalah Dr. Van Meyes (pengusaha alat-alat berat), pukul 08:30 Dr. Bishoff dari Daimler Benz Aerospace (Dasa) dan pukul 09:00 Dr. Schmidt Direktur Rumah Sakit di Bad Oeynhausen.

Sumber : KOMPAS (13/07/1996)

__________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 712-714.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.