Mensesneg  Moerdiono  : Presiden  Soeharto  Sehat NILAI RUPIAH TURUN DI SINGAPURA

Mensesneg  Moerdiono  : Presiden  Soeharto  Sehat NILAI RUPIAH TURUN DI SINGAPURA[1]

 

Jakarta, Kompas

Presiden Soeharto hari Kamis (4/7) tetap melakukan kegiatan sehari-hari dalam kondisi sehat.

“Anda kan lihat sendiri tadi, Presiden sehat wal’afiat” kata Mensesneg Moerdiono usai mendampingi Kepala Negara menerima Parlemen Jepang di Istana Merdeka, Jakarta, hari Kamis (4/7).

Mensesneg dicegat wartawan di halaman Istana Merdeka guna mengkonfirmasikan masalah kesehatan Presiden Soeharto. Konfirmasi ini berkaitan dengan pemberitaan pada kantor berita asing, bahwa kesehatan Presiden terganggu sehingga harus segera memeriksa kesehatan ke Jerman.

Tak banyak yang diungkapkan Mensesneg. Sambil tersenyum, menteri hanya mengatakan,

“Anda lihat sendiri kan, Presiden sehat wal’afiat..”

Hari-hari Kepala Negara memang sarat dengan berbagai kegiatan, yang rata-rata dimulai antara pukul 08.00 pagi hingga pukul 13.00 siang.

Di bulan Juli ini, misalnya, hari Senin, pukul 08.00. Presiden telah memimpin upacara peringatan Hari Bhayangkara Emas di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Siang harinya, Presiden menerima Direktur Eksekutif Boeing Frank Shrontz yang didampingi Menristek BJ Habibie di kediaman Jalan Cendana, Jakarta.

Hari Selasa, kegiatan Kepala Negara diawali pada pukul 09.00 dengan menerima para peserta kursus singkat Angkatan VI Lemhannas di Bina Graha. Sekitar pukul 10.00, Presiden menerima Menteri Negara Penggerak Dana Investasi/Ketua BKPM Sanyoto Sastrowardoyo, lalu sekitar pukul 11.00 menerima Sekretaris Militer Mayjen TNI Jasril Jakub.

Hari Rabu (3/7), Presiden memulai kegiatan pada pukul 08.00 juga di Bina Graha, dengan menerima Menlu Meksiko Jose Angel Gurria, dilanjutkan dengan Menko Ekku/Wasbang Saleh Affif Pukul 10.00, Presiden memimpin Sidang Kabinet Terbatas bidang Ekku/Wasbang dan Prodis di Bina Graha. Terakhir,  sekitar pukul 12.00, Presiden menerima Wakil Presiden Try Sutrisno.

Dan hari Kamis kemarin, pukul 09.00 Presiden meresmikan pembukaan simposium nasional dan musyawarah besar IV Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) di Istana Negara. Pukul 10.00, Presiden menerima Menteri Agama Tarmizi Taher.

Beberapa saat kemudian, Presiden menerima tim AS yang tergabung dalam Mission Energy Company International, hingga sekitar pukul 11.00.

Terakhir, Kepala Negara menerima Badan Kerja Sama Bilateral Parlemen Jepang-Indonesia hingga sekitar pukul 12.00. Pukul 12.25, Presiden Soeharto. didampingi Mensesneg Moerdiono menuju kendaraan kepresidenan yang sudah disiapkan di halaman, dan meninggalkan Istana Merdeka menuju kediaman Jalan Cendana.

Rupiah Anjlok

Desas-desus yang menyebutkan Presiden Soeharto akan memeriksa kesehatan di Jerman, segera membuat mata uang rupiah anjlok terhadap dollar AS di Singapura. Sementara suku bunga rupiah ikut melonjak. Perkembangan nilai rupiah dan suku bunga rupiah ini, menurut para penyalur valuta asing di Singapura, hari Kamis (4/7), berkaitan dengan laporan rencana Presiden Soeharto untuk berobat ke Jerman sehubungan penyakit jantung dan pembengkakan liver yang dideritanya.

Mata uang Indonesia ini merosot tajam dari Rp.2.326 per dollar AS pada transaksi pembukaan, menjadi Rp.2.340 pukul l3.32 petang waktu setempat (12.32 WIB). Ini berarti anjlok 14 rupiah per dollar AS, sebelum menguat sedikit menjadi Rp.2.338 per dollar AS pada pukul 16.00 (15:00 WIB).

Ini penurunan terbesar dalam sehari yang pernah dialami rupiah sepanjang tahun 1996. Bahkan ekonom senior lembaga konsultasi keuangan Inggris, IDEA, yang berbasis di Singapura, Desmond Supple meramalkan rupiah masih akan turun lagi.

“Penurunan ini cukup signifikan, mengingat stabilitas mata uang tersebut beberapa pekan terakhir. Adanya berita baru yang mengkhawatirkan menyangkut kesehatan Presiden Soeharto, bisa menuntun pada aksi jual (rupiah).” ujarnya.

Pasar Singapura merupakan pusat perdagangan utama valuta kawasan Asia Tenggara.

Mata uang Indonesia ini diperdagangkan pada range yang sempit, antara Rp.2.325 hingga Rp.2.327 per dollar AS sejak 21 Juni, di tengah kuatnya pembelian mata uang tersebut oleh para fund managers luar negeri.

Para penyalur mengatakan, mata uang rupiah yang under-valued, menjadi daya tarik investasi dan modal asing yang masuk ke Indonesia selama ini. Selanjutnya, dampak dari masuknya investasi dan modal asing ini membantu memperkuat rupiah.

Seorang bankir Eropa di Singapura juga mengungkapkan naiknya suku bunga cukup besar untuk rupiah di luar negeri, menyusul laporan mengenai kesehatan Presiden Soeharto itu. Suku bunga ininaik dari 13,70 persen menjadi 14,80 persen.

“Ini menunjukkan bahwa pasar memiliki concern terhadap masalah tersebut.” ujarnya.

Nilai tukar rupiah di Jakarta sebagaimana dilaporkan Bank Indonesia, praktis tidak mengalami perubahan yakni pada Rp.2.321 (beli) dan Rp.2.367 (jual) per dollar AS. Nilai rupiah namun terlihat melemah terhadap mata uang negara-negara Eropa lainnya seperti Mark Jerman maupun poundsterling Inggris. Tapi tidak dirinci perubahan ini berkaitan dengan desas-desus kesehatan Presiden.

Saham Melorot

Dari lantai bursa saham nasional isu mengenai kesehatan Presiden juga merebak di kalangan pemodal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot 0,9 persen (5,46 poin) pada 588.612 poin dibanding hari sebelumnya. Bahkan di pertengahan perdagangan sesi kedua, indeks sempat melorot sampai 8 poin lebih, meski menguat kembali menjelang perdagangan ditutup.

Menurut kalangan pialang, perdagangan tampak mengalami tekanan jual, sementara minat beli melemah. Tekanan jual terutama datang dari kalangan investor asing setelah istirahat. Lemahnya minat beli para pemodal, sudah mulai terlihat sejak perdagangan dibuka, namun sampai perdagangan sesi pertama tutup untuk istirahat siang, indeks hanya jatuh dua poin.

“Melemahnya minat beli dan tekanan jual yang besar itu tidak terlepas dari kaitannya dengan anjloknya nilai rupiah terhadap dollar di Singapura.” ujar analis efek yang enggan disebut namanya.

Frekuensi transaksi di BEJ terjadi 7.734 kali dengan jumlah saham yang diperdagangkan 119,3 juta senilai Rp.292,6 trilyun. Saham-saham unggulan yang selama ini dikenal banyak diminati pemodal asing, berjatuhan harganya. Saham Astra International jatuh dua poin (satu poin Rp.25) menjadi Rp.2.500 per saham. Kurs saham Bimantara Citra, turun empat poin, ditutup pada harga Rp.2.700. Saham sektor keuangan, Lippo Bank anjlok Rp.200, Bank Niaga turun Rp.225 dan Bank International Indonesia turun Rp.100. Di sektor lndustri rokok, Gudang Garam anjlok Rp.375, sedangkan saingannya HM Sampoerna yang paling besar mengalami penurunan kurs Rp.700.

Menurut analis efek yang enggan disebut namanya, kemungkinan stagnan masih terjadi di hari terakhir perdagangan hari Jumat (5/7) ini. Aksi profit taking (mengambil posisi yang menguntungkan) masih dilakukan para pemodal, terutama asing. Sementara sikap asing seringkali diikuti pemodal lokal.

Sumber : KOMPAS (05/07/1996)

___________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 334-337.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.