MENRISTEK : RRC LEBIH TERBUKA DAN INGIN BEKERJASAMA

MENRISTEK : RRC LEBIH TERBUKA DAN INGIN BEKERJASAMA[1]

 

 

Guangzhou, Antara

Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) BJ Habibie mengatakan, Republik Rakyat China (RRC) sekarang ini lebih terbuka, lebih ingin bekerja sama dan lebih terbuka bagi pemikiran-pemikiran yang lain.

“Kunjungan kerja saya selama lima hari di RRC, saya anggap sangat menguntungkan bagi kedua pihak.” katanya kepada pers seusai menyelesaikan program resminya yang terakhir di China, yaitu mengunjungi distrik pengembangan ekonomi dan teknologi Guangzhou, Jumat petang.

Habibie yang berada di China sejak Minggu (19/10) lalu atas undangan Menteri Komisi Iptek China (State Science and Technology Commission), Prof. Dr. Song Jian, untuk menjajaki kerja sama Iptek Indonesia – China. Kunjungan kali ini adalah yang kedua setelah tahun 1992.

Selama di China, Menristek bertemu dengan PM Li Peng, Menteri Pertahanan Jenderal Chi Haotian, Wakil Menlu Tang Jiaxuan, Menteri Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Ekonomi Wu Yi. Selain itu, saat di Shanghai ia juga bertemu dengan Wakil Walikota setempat dan di Guangzhou bertemu dengan Wakil Gubernur Provinsi Guangdong.

Bila dibandingkan dengan pada 1992, Menristek mengatakan, pembangunan di RRC kini telah berjalan sangat pesat, bukan hanya pembangunan bidang materil tetapi juga sumber daya manusia.

“Kalau lima tahun lalu di Beijing saya melihat pakaian penduduknya sama, dan kebanyakan penduduk pakai sepeda, kini pakain mereka sudah beraneka ragam. Penduduknya juga kini banyak yang pakai mobil. Di sini terlihat kemajuan yang sangat pesat.” kata Habibie.

Hargai kerja Indonesia

Selain itu, kunjungannya kali ini dilaksanakan saat RRC sedang mempersiapkan diri memasuki abad mendatang dan berusaha unggul diantara bangsa-bangsa lain. China juga menyadari bahwa untuk menjadi unggul tak bisa sendiri, tetapi harus bekerjasama.

“Dari pertemuan-pertemuan saya dengan PM Li Peng, Menteri Pertahanan Chi Haotian, Wakil Menlu dan Menteri Perdagangan Internasional dan Kerjasama Ekonomi, mereka semua menaruh perhatian besar terhadap kemajuan persahabatan China dan Indonesia.” kata Menristek.

Pihak China juga menyatakan menyambut baik upaya untuk lebih meningkatkan kerja sama berbagai bidang dengan Indonesia, termasuk bidang-bidang berbasis iptek, baik yang meliputi bidang pertanian, kehutanan maupun kedirgantaraan.

Dalam pertemuan dengan PM Li Peng, selain disampaikan salam hormat untuk Presiden Soeharto, dikemukakan bahwa Pemerintah China menghargai “kerja” Indonesia di tahun-tahun lampau yang telah mewujudkan hubungan persahabatan di antara anggota-anggota ASEAN dan China, serta hubungan keseluruhan antara China dengan ASEAN.

“Ini sesuatu yang sangat dihargai Pemerintah China.” kata PM Li Peng saat bertemu Menristek di kota Chongqing, Provinsi Sichuan, daerah kelahiran Li Peng.

Menteri Pertahanan Chi Haotian, yang Februari lalu mengunjungi Indonesia, menyampaikan bahwa China melihat perlunya pemeliharaan perdamaian di kawasan ini, selain kerja sama bidang-bidang lain termasuk iptek.

Sedang dalam pertemuan dengan Menteri Perdagangan Wu Yi disampaikan keinginan Pemerintah China untuk lebih meningkatkan hubungan perdagangan bilateral, meski saat ini Indonesia merupakan mitra dagang kedua terbesar China di ASEAN setelah Singapura, dengan nilai perdagangan 3,7 miliar dolar AS pada 1996. Namun pangsa perdagangan dengan Indonesia baru berkisar 2,0 persen dari perdagangan global China.

Hasil nyata kunjungan Menristek ke China kali ini termasuk penandatanganan kerja sama program pertukaran personil iptek antara Indonesia dengan China mencakup bidang-bidang pertanian, kehutanan, tenaga listrik kecil (generator) sampai rekayasa citra digital satelit.

Menristek yang disertai Ny. HA Habibie dan kedua putranya, Ilham serta Kemal Thareq Habibie, serta sejumlah pejabat dari kalangan Kantor Menristek dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan kembali ke tanah air, Sabtu (1/11).

Sumber : ANTARA (11/11/1997)

______________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 744-746.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.