MENRISTEK HABIBIE AKHIRI KUNJUNGAN RESMI DI MESIR

MENRISTEK HABIBIE AKHIRI KUNJUNGAN RESMI DI MESIR[1]

 

Kairo, Antara

Menteri Riset dan Teknologi BJ Habibie, Jumat mengakhiri kunjungan resmi di Mesir yang berlangsung sejak Rabu (29/1). Dalam kunjungan tiga hari tersebut, Menristek melakukan pertemuan dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak, dan Perdana Menteri Kamel El-Ganzouri serta sejumlah pejabat tinggi negeri itu.

Didampingi sejawatnya Menteri Riset Ilmu Pengetahuan Mesir, Venice Kamel Gouda, dan Dubes RI untuk Mesir Dr. Boer Mauna, Habibie menyampaikan salam hangat dari Presiden Soeharto kepada Kepala Negara Mesir.

Pertemuan Menristek dengan Presiden Mubarak itu antara lain membicarakan peningkatan hubungan bilateral antara kedua negara, khususnya kerja sama di bidang ekonomi dan pengembangan Iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi), demikian Dubes Mauna.

Disebutkan, Habibie di hadapan Presiden Mubarak menyatakan bahwa dewasa ini Iptek bukan lagi monopoli negara Barat, tetapi negara dunia ketiga juga mulai beranjak untuk memilikinya.

Menristek juga menyinggung perlu ditingkatkannya hubungan antara Selatan untuk mendorong kemajuan Iptek.

Sementara itu PM El-Ganzouri di hadapan Menristek menyarankan agar diadakan Komisi Kerjasama tingkat menteri kedua negara sebagai upaya meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan serta Iptek.

Selain bertemu Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan Mesir, Habibie juga melakukan pertemuan dengan sejumlah menteri, antara lain Wakil PM merangkap Menteri Pertanian Yossef Wali, Menteri Pertahanan Marsekal Mohamed Tantawi, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Mesir Letjen Magdy Hatata, Menteri Pelistrikan dan Energi Maher Abaza, Menteri Ekonomi dan Kerjasama Internasional Nawal El-Tatawi, Menteri Perindustrian dan Pertambangan serta Menteri Produksi Militer.

Atas prakarsa Dubes RI untuk Mesir, Menristek sempat menyampaikan ceramah di hadapan sejumlah menteri, cendekiawan, usahawan dan para industriawan setempat.

Para menteri yang tampak hadir pada acara ceramah di hotel Ramses Hilton tersebut antara lain Menlu Mesir Amr Moussa, Menteri Ekonomi dan Kerjasama Internasional, Menteri Pelistrikan, disamping Menteri Gouda selaku moderator.

Ceramah yang diselingi tanya jawab dan pemutaran video tentang hasil pembangunan RI, khususnya perkembangan IPIN itu tampak penuh keakraban serta disambut antusias oleh hadirin.

 

Antusias

Sementara itu Menteri Gouda kepada ANTARA Perwakilan Kairo menjelaskan, lawatan Menristek Habibie ini sangat diharapkan untuk memperkuat kerja sama kedua negara, terutama di bidang riset ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurut Gouda, MOU tentang kerja sama Iptek yang ditandatangani di Kairo oleh kedua menteri dua tahun lalu merupakan fokus utama pembicaraannya dengan Habibie.

“Mesir sangat antusias untuk meningkatkan kerja sama dengan RI yang dewasa ini tengah muncul menjadi salah satu negara industri baru di kawasan Asia Pasifik,” kata Menteri Gouda.

Disamping kesibukan kunjungannya, Menristek Habibie juga menyempatkan diri meresmikan Wisma Nusantara Kairo yang diadakan oleh Yayasan Abdi Bangsa sebagai sarana asrama mahasiswa, perpustakaan dan balai pertemuan mahasiswa.

Pada kesempatan yang sama Habibie menyerahkan amanat dari Yayasan Abdi Bangsa kepada Dubes Mauna, yang juga selaku ketua pembina ICMI Orwil (organisasi wilayah) Afrika berupa uang sebesar 250.00 dolar AS untuk santunan belajar bagi mahasiswa Indonesia di Mesir.

Menristek beserta rombongan meninggalkan Kairo, Jumat pagi waktu setempat menuju Jeddah, Arab Saudi dan selanjutnya meneruskan kunjungan resmi ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

(Fak!KKR-Ol/PE06/EL0111/02/97   12:26/SRl)

Sumber: ANTARA (03/02/1997)

_________________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 729-730.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.