MENPORA: SUDAH SAATNYA PEMBINAAN ATLET AMATIR-PRO DIBAWAH SATU ATAP

MENPORA: SUDAH SAATNYA PEMBINAAN ATLET AMATIR-PRO DIBAWAH SATU ATAP[1]

 

Jayapura, Antara

Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) Hayono Isman mengatakan di Jayapura, Kamis, sudah saatnya pembinaan atlet amatir dan profesional di Indonesia berada di bawah satu atap yaitu KONI.

Dalam penjelasan pada acara tatap muka dengan Muspida Tingkat I Irja, pengurus KONI serta pengurus top-top organisasi olahraga di pendopo Gubernur Jayapura, Menpora selanjutnya mengatakan, para ahli di bidang olahraga berpendapat ada baiknya Indonesia menerapkan pembinaan olahraga dibawah satu atap.

Menpora memberi contoh, atlet kaliber dunia seperti Michael Jordan dan Steffi Graf, walaupun merupakan atlet profesional tapi mereka bertanding mewakili negaranya di cabang basket dan tenis Olimpiade.

Di Indonesia juga telah ada kerjasama antara cabang olahraga amatir dengan profesional seperti yang sudah dilakukan di cabang tinju dan golf.

“Bila kita konsekuen memegang teguh asas amatirisme, cabang olahraga sepakbola di Indonesia harus diurus oleh dua top organisasi.” kata Menpora.

Tapi, katanya menambahkan, saat ini hanya satu organisasi yaitu PSSI mengurus dua jenis kompetisi yaitu amatir dan profesional.

Top-top organisasi olahraga lain diharapkan juga dalam waktu singkat meniru cara pembinaan satu atap seperti yang sudah dilakukan oleh PB Pertina, PG PGI maupun PSSI.

Menurut Hayono Isman karena sudah banyak suara yang menganggap bahwa pembinaan cabang olahraga amatir dan profesional di bawah satu atap lebih menguntungkan disegi pembinaan prestasi maka masalah ini akan dijadikan salah satu acara utama konferensi olahraga nasional yang dijadwalkan diselenggarakan di Jakarta, 25-28 Februari mendatang.

“Bila peserta konferensi yang terdiri dati pimpinan KONI daerah dan pimpinan top-top organisasi olahraga menyetujui ide satu atap maka cara ini akan diterapkan di Indonesia.” katanya.

Konferensi olahraga nasional yang menurut rencana dibuka Presiden Soeharto itu diharapkan menghasilkan program pembinaan terpadu bagi pengembangan olahraga Indonesia di masa depan.

Kejurda Atletik Pelajar

Seusai memberikan pengarahan, Menpora membuka Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik Pelajar Se-Irja tahun 1997 di Stadion Mandala , Jayapura yang 186 atlet putra dan 152 atlet putri yang berasal dari 97 SLTA dari daerah ini.

Dalam kejuaraan ini hanya dipertandingkan empat nomor yaitu lari 100 meter, lempar cakram, lempar lembing dan tolak peluru.

Sebuah perusahaan pertambangan yang beroperasi di Timika membiayai kegiatan ini sekitar Rp 300 juta dan bagi 48 atlet berprestasi akan diberikan beasiswa.

Menpora menyatakan gembira dengan kegiatan yang bertujuan menjaring atlet berbakat untuk dibina seterusnya.

“Tapi perlu diingat bahwa kejuaraan ini juga harus bisa meningkatkan rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuan agar kita menjadi bangsa yang kuat.” demikian Hayono Isman.

Menpora dan rombongan tiba di Jayapura Kamis pagi, dan sorenya lansung kembali ke Jakarta.

(U.OKOl/B/20/02/97 18:48/0K02/)

Sumber: ANTARA (22/02/1997)

_____________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 557-558.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.