MENPORA : JUARA UMUM TIDAK LAGI RELEVAN

MENPORA : JUARA UMUM TIDAK LAGI RELEVAN[1]

 

Jakarta, Antara

Menpora Hayono Isman mengatakan bahwa gelar juara umum dalam event olahraga SEA Games tidak lagi relevan karena persahabatan di antara bangsa-bangsa Asia Tenggara jauh lebih penting.

“Melalui persahabatan kita harapkan akan tumbuh rasa persatuan yang lebih baik.” demikian dikemukakan Hayono Isman seusai Presiden Soeharto menerima kontingen SEA Games XIX Indonesia yang terdiri atas 1.239 atlet, pelatih dan ofisial di halaman tengah Istana Negara di Jakarta, Selasa.

Presiden Soeharto beberapa waktu lalu menyatakan, agar istilah juara umum tidak lagi digunakan dalam SEA Games karena sejumlah negara peserta kemungkinan tidak akan bisa meraihnya disamping tidak sejalan dengan semangat kebersamaan ASEAN.

Eksistensi bangsa-bangsa Asia Tenggara di abad 21 akan tergantung pada persatuan, yang di antaranya bisa dibina melalui olahraga, kata Hayono.

Menurut dia, melalui SEA Games dapat diupayakan agar rasa kompak terbina dengan baik. Mengenai persiapan SEA Games XIX yang tinggal 11 hari lagi, Menpora memuji tindakan Ketua OC SEA Games yang telah mampu mengendalikan berbagai persoalan yang timbul akibat kekurangan dana.

Diakuinya, dana bagi pelaksanaan SEA Games XIX yang berjumlah Rp 105 miliar belum terkumpul seluruhnya, sehingga pemerintah akan melakukan upaya lain yang tidak akan memberatkan masyarakat.

Menurut Menpora, pemerintah mentargetkan untuk biaya SEA Games XIX tidak lebih dari Rp 105 miliar, dan Wismoyo telah mengupayakan agar anggaran SEA Games XIX yang dibantu oleh Konsorsium tidak lebih dari jumlah itu.

Akibat dana belum terkumpul, Konsorsium harus meminjam uang ke bank untuk menutup biaya, sehingga terjadi pembengkakan dana.

Untuk menghemat biaya, Hayono berharap acara pembukaan SEA Games XIX yang berlangsung 11 Oktober dapat dilakukan secara sederhana sesuai dengan himbauan Presiden, namun tetap berjalan dengan hikmat.

Sumber : ANTARA (10/10/1997)

______________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 597.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.