MENPERINDAG : PERMINTAAN PENURUNAN BM, PPN BM SEDANG DIPELAJARI

MENPERINDAG : PERMINTAAN PENURUNAN BM, PPN BM SEDANG DIPELAJARI[1]

 

Jakarta, Antara

Pemerintah Indonesia akan bersikap hati-hati terhadap permintaan Jepang, AS serta Uni Eropa bagi penurunan tarif bea masuk dan PPn BM (Barang Mewah) terhadap komponen kendaraan.

“Kita harus berhati-hati karena industri kendaraan mobil dalam negeri sudah berjalan baik.” kata Menperindag Tunky Ariwibowo kepada pers setelah bersama Mensesneg Moerdiono menemui Presiden Soeharto di Bina Graha, Rabu.

Tunky mengatakan, jika penurunan kedua tarif itu dilakukan, pasti akan mempengaruhi biaya produksi pembuatan mobil.

“Tapi yang menjadi persoalan adalah apakah bisa mempengaruhi harga Timor? kata Tunky. Ia mengatakan, keinginan ketiga pihak itu masih terus dipelajari sekalipun Indonesia masih terus menyiapkan diri menghadapi tuntutan mereka dalam Badan Penyelesaian Perselisihan (Dispute Settlement Body/DSB) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).”

Jepang, Uni Eropa, serta Amerika Serikat telah minta DSB-WTO untuk membentuk panel guna membicarakan pengaduan mereka terhadap program mobil nasional (mobnas) Timor.

Pemerintah telah menunjuk PT Timor Putra Nasional (TPN) untuk melaksanakan program mobnas. PT ini diwajibkan menggunakan komponen lokal secara bertahap kenaikannya mulai tahun 1997 sebanyak 20,40, hingga 60 persen hingga tahun 1999.

Sebagai imbalannya, perusahaan milik Hutomo Mandala Putra Soeharto itu mendapat pembebasan Bea Masuk (BM) dan Pajak Penjualan (PPn) atas Barang Mewah terdapat 45.000 mobil jadi (completely built up) buatan pabrik KIA dari Korsel. Pembebasan ini yang diprotes ketiga pihak itu.

Pembebasan bea masuk (BM) dan PPn BM itu diberikan pemerintah karena PT-TPN masih membangun pabrik mobilnya di Karawang Jawa Barat.

Tunky mengatakan pula jika penurunan BM dan PPn BM itu dilakukan maka pasti pendapatan pemerintah dari sektor ini turun dalam jumlah yang tidak sedikit.

Kepada Kepala Negara, Tunky melaporkan rencananya dalam waktu dekat untuk mengunjungi Hongaria, Rumania serta Polandia guna meningkatkan kegiatan perdagangan dengan negara-negara Eropa Timur itu.

Sumber : ANTARA (18/06/1997)

_______________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 384-385.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.