MENPERIND PADA PERESMIAN PABRIK BAJA CILEGON

MENPERIND PADA PERESMIAN PABRIK BAJA CILEGON

Menteri Perindustrian Hartarto hari Senin di Cilegon mengatakan, pabrik baja lembaran canai dingin (cold rolling mill) di Cilegon, Jawa Barat berperanan sangat penting dan merupakan harapan bagi industri-industri hilir.

“Dengan diresmikannya pabrik baja lembaran canai dingin ini secara bertahap akan dapat dihilangkan ketergantungan bahan baku dari luar negeri,” kata Menteri Perinclustrian dalam sambutannya pacla peresmian pabrik baja lembaran canai dingin yang dilakukan Presiclen Soeharto di Cilegon.

Menteri mengatakan, pabrik CRMI (cold rolling mill Indonesia) ini menelan investasi sekitar 825 juta dollar AS. Sedangkan tenaga kerja yang diserap 1.238 orang Indonesia dan 67 tenaga asing.

Kapasitas terpasang dari pabrik 850.000 ton per-tahun. Produknya digunakan untuk keperluan industri hilir seperti pembuatan baja lembaran lapis seng, baja lembaran lapis timah, pipa-pipa, profil ringan, komponen alat-alat angkut, peralatan listrik dan peralatan rumah tangga, kata menteri.

Menteri memperkirakan, dengan berproduksinya pabrik CRMI ini akan dapat dihemat devisa per-tahun sekitar 215 juta dolar AS jika mencapai kapasitas penuh.

Menurut menteri, pabrik ini mempakan rangkaian terakhir dari proses pencanaian baja lembaran sehingga dengan demikian lengkaplah keterkaitan antara industri hulu dengan industri hilir.

Direktur Utama PT. Krakatau Steel Ir. Aribowo dalam laporannya menyatakan, baja lembaran canai dingin ini tebalnya antara 0,18 mm sampai 3,0 mm. Sedangkan baja lembaran panas tebalnya antara 1,22 mm – 32 mm.

Ia mengatakan, pabrik baja lembaran panas telah diresmikan Presiden Soeharto Februari 1984. Produksinya mencapai satu juta ton per-tahun.

Pabrik baja lembaran canai dingin yang diresmikan sekarang akan mengolah plat baja tebal. Pabrik ini dikelola bersama oleh Krakatau Steel, Indocement Group, PT. Kaolin Indah Utama dan perusahaan asing.

Perbandingan saham dalam usaha patungan ini terdiri atas 40 persen Krakatau Steel, 40 persen swasta nasional dan 20 persen swasta asing.

Pembangunan pabrik baja lembaran canai dingin yang pertama di Indonesia ini mulai dilakukan Maret 1984 dan akan mulai operasi secara komersial April tahun ini. (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (23/02/1987)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 394-395.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.