MENPEN ALI MOERTOPO: INDONESIA SANGAT PRIHATIN ATAS SITUASI IRAN

MENPEN ALI MOERTOPO: INDONESIA SANGAT PRIHATIN ATAS SITUASI IRAN

Menteri Penerangan Ali Moertopo mengatakan semakin memburuknya situasi di Iran yang terakhir ditandai dengan terbunuhnya Presiden Iran Ali Rajai dan Perdana Menteri Hojatoleslam Muharrad Bahomar kemudian disusul terbunuhnya dua ulama besar masing-masing Hojatoleslam Sayyed Mertoza Ayatollahi Tabutabai Yazdi dan Hojatoleslam Sayyed Nasser Jamali sebagai akibat lemahnya kepemimpinan di negara itu.

Indonesia sebagai negara yang mempunyai hubungan baik dengan Iran sangat prihatin melihat situasi yang semakin memburuk dan wajar jika kita mengucapkan belangsungkawa atas terbunuhnya Presiden dan Perdana Menteri Iran itu, kata Ali Moertopo.

Hal ini dikemukakan Menteri Ali Moertopo menjawab pertanyaan wartawan di Pelabuhan Udara Polonia saat stop over dalam perjalanannya menuju Daerah Istimewa Aceh, Rabu siang.

Menyinggung masalah penembakan dua pesawat Libia oleh pesawat pemburu AS baru-baru ini, menurut Ali Moertopo, hal itu tidak akan menimbulkan peperangan yang besar, karena itu hanya merupakan konflik kecil. Dalam hal ini jelas negara-negara besar tidak menginginkan terjadinya peperangan dan lebih menghendaki adanya perdamaian dunia termasuk Indonesia.

Harus Sukses

Menteri dan rombongan sejumlah 36 orang yang dilengkapi dengan artis-artis Safari di Pelabuhan Udara Polonia disambut massa AMPI Sumut (Angkatan Muda Pembaharnan Indonesia). Kesempatan itu AMPI Sumut telah menyatakan kebulatan tekad dan pendiriannya.

Kebulatan tekad yang ditandatangani masing-masing Ketua AMPI se-Sumatera Utara antara lain berisikan bahwa seluruh keluarga besar AMPI telah siap menyukseskan dan memenangkan Orde Baru dalam Pemilu 1982.

AMPI mengusulkan kepada wakil-wakil rakyatdalam Majelis Permusyawaratan Rakyat agar pada Sidang Umum MPR 1983 menetapkan Jenderal Purnawirawan Soeharto sebagai Bapak Pembangunan. Menyerukan kepada MPR agar menetapkan kembali Soeharto sebagai Presiden.

Ketua DPD AMPI Sumut Drs. Edi Ginting didampingi Sekretarisnya Drs. Mardianto menjawab pertanyaan Suara Karya menyatakan bahwa kebulatan tekad dan pendirian AMPI itu dicetuskan dengan memperhatikan beberapa hal, pertama bahwa integrasi kepemimpinan Presiden Soeharto membuka kesempatan tegaknya hukum di negara ini dan tumbuhnya jiwa demokrasi saling menghargai adanya perbedaan pendapat.

Kedua, tindakan Presiden Soeharto membubarkan PKI dan mantel-mantelnya dan terlarang baik dalam wujud partai maupun paham karena bertentangan/membahayakan ideologi Negara Pancasila.

Ketiga bahwa integrasi kepemimpinan Presiden membuka kontak didalam keterbukaan komunikasi dua arah.

Keempat kepercayaan dunia internasional terhadap kepemimpinan Presiden terbukti dengan mengalirnya penanaman modal di Indonesia.

Kelima kedamaian kerukunan beragama di Indonesia yang semakin mantap atas pembinaan kepemimpinan Presiden.

Menurut Edi Ginting, hal-hal diatas dicetuskan berdasarkan hasil rapat dewan pimpinan daerah AMPI Tk I Sumatera Utara yang diikuti seluruh ketua-ketua DPD Tk II se-Sumatera Utara.

Setelah menerima isi pemyataan kebulatan tekad dan pendirian AMPI, Menpen mengatakan bahwa Pemilihan Umum 1982 harus sukses tanpa terjadinya suatu konflik ideologi dan fisik. AMPI mempunyai semangat yang tinggi. AMPI mempunyai kekuatan yang besar untuk melaksanakan tugasnya demi kepentingan masyarakat banyak. Karenanya AMPI harus menyadari tujuan misinya.

Pada masa datang kita dihadapkan kepada banyak tantangan baik yang datang dari luar negeri maupun dari dalam negeri sendiri. Dalam masa datang juga kita dihadapkan dengan dua event besar, pertama PON X (Pekan Olah Raga Nasional) dan Pemilu 1982. Untuk ini diharapkan agar AMPI memberikan sumbangsih demi suksesnya kedua event tersebut. Demikian Menpen Ali Moertopo. (DTS)

Medan, Suara Karya

Sumber: SUARA KARYA (03/09/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 119-121.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.