MENPAN MENKES PENGANGKATAN 1.573 DOKTER BARU

MENPAN MENKES PENGANGKATAN 1.573 DOKTER BARU

Jakarta, Antara

Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, Saleh Afif mengatakan, dalam rangka memenuhi kebutuhan akan tenaga dokter, pemerintah dalam waktu dekat akan mengangkat 1.573 orang dokter baru.

Memberi keterangan seusai melapor kepada Presiden Soeharto di Bina Graha, Jakarta, Senin, Menpan yang disertai Menteri Kesehatan, dr. Suwardjono Suryaningrat, mengatakan, penambahan formasi tenaga dokter itu juga dimaksudkan untuk menampung lulusan fakultas kedokteran yang setiap tahun mencapai sekitar 1.500 orang.

Dikatakan, pengangkatan tenaga dokter baru itu dilakukan dengan memperhitungkan bahwa untuk setiap puskesmas yang berpenduduk lebih dari 30.000 jiwa, akan ditempatkan lebih dari seorang tenaga dokter.

Dengan perhitungan demikian, maka kebutuhan akan tenaga dokter sementara ini adalah 3.890 orang. “Tetapi, karena jumlah lulusan dokter hanya sekitar 1.500, maka sejumlah itulah yang akan segera diangkat,” ujamya.

Menpan mengatakan, beberapa tata cara pengangkatan dokter baru tersebut akan lebih disederhanakan, juga status kepegawaiannya akan berubah.

Secara administratif, status mereka yang sebelumnya hanya diperbantukan pada pemerintah daerah tempat bertugas, kini menjadi diperkerjakan pada pemda (puskesmas). “Jadi, statusnya tetap dibawah Departemen Kesehatan,” katanya.

Mengenai masalah persyaratan prajabatan yang harus dipenuhi oleh seorang caJon pegawai sebelum dapat diangkat menjadi pegawai negeri, Menpan menjelaskan tata caranya juga akan berubah.

Dahulu, tenaga dokter dikirim tanpa pemah mendapat latihan prajabatan, kini mereka diberi latihan prajabatan terlebih dahulu sebelum dikirim ke daerah ternpat bertugas,  katanya.

Mengenai masalah surat ijin praktek (SIP), Menteri Kesehatan, Suwardjono Suryaningrat mengatakan, SIP yang semula diatur berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan, nantinya akan diatur oleh Peraturan Pemerintah (PP).

Pengaturan itu dimaksudkan dengan tujuan untuk menghindari terjadinya ‘penumpukan’ dokter di kota-kota besar. Selain itu, SIP yang semula hanya berlaku enam tahun, nantinya SIP berlaku untuk seterusnya, selama yang bersangkutan tidak melakukan kesalahan, baik secara profesional medis maupun secara hukum.

Mengenai masalah tempat para dokter menjalani masa baktinya setelah lulus perguruan tinggi, Menkes mengatakan bahwa sarana tersebut bukan hanya yang  dimiliki Depkes (puskesmas), tetapi juga sarana yang dimiliki ABRI maupun swasta.

“Dan, masa bakti yang harus dijalani seorang dokter baru paling lama lima tahun,” demikian Menkes.

Sumber: ANTARA ( 16/11/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 715-716

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.