MENMUD UPPTK TTG PENINGKATAN EKSPOR TEH

MENMUD UPPTK TTG PENINGKATAN EKSPOR TEH

 

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto meminta agar produksi teh ditingkatkan, termasuk yang diproduksi rakyat, karena menyerap tenaga kerja dalam jumlah cukup besar ketika menjelaskan kepada wartawan tentang pertemuannya dengan Presiden Soeharto di Bina Graha, Senin, Menteri Muda Urusan Peningkatan Produksi Tanaman Keras Ir. Hasjrul Harahap menyebutkan area perkebunan rakyat mencapai 61.967 ha, perkebunan swasta 21.814 ha, sedang perkebunan negara mencapai 45.920 ha.

Pada tahun 86 nilai ekspor Indonesia mencapai 130 juta dolar AS dan sebelumnya 100 juta dolar. Tenaga kerja yang mampu diserap sektor ini adalah 1,5 hingga dua orang tiap ha.

Produksi perkebunan rakyat 29.556 ton/tahun, perkebunan swasta 17.019 ton dan perkebunan negara 80.117 ton, sehingga pada tahun 1975 produksi total mencapai 126.692 ton. Produksi tahun lalu sekitar 135.000 ton dan tahun ’84 sekitar 65.000 ton.

Hasjrul mengatakan jika pada tahun ’74 produksi perkebunan negara 1,1 ton/ha maka tahun ’86 sudah mencapai dua ton sehingga tercapai kenaikan hampir 100 persen. Sedang pada perkebunan rakyat yang tahun ’74 mencapai sekitar 504 kg/ha maka sekarang hanya naik menjadi kurang lebih 700 kg. Mampukah kita mengangkat produktifitas petani dari 700 kg/ha menjadi 1,5 ton dibanding produksi PTP? kata Hasjrul yang kemudian menyatakan rasa optimismenya.

Diperbesar

Pada tahun 75 produks i India mencapai 487.000 ton, kemudian tahun ’80 menjadi 570.000 ton dan tahun ’85 naik lagi hingga mencapai 659.000 ton. Ekspor komoditi perkebunan dari negara ini yang pada tahun ’75 mencapai 219.000 ton, tahun ’80 menjadi 224.000 ton, yang kemudian turun sedikit menjadi 222.000 ton pada tahun ’85. Sebagai perbandingan, Hasjrul menyebutkan pada tahun ’75 Indonesia mengekspor 46.000 ton yang melonjak menjadi 90.000 ton tahun tahun ’85.

Untuk melaksanakan peningkatan produksi, Presiden telah memberikan petunjuk agar dilakukan pendekatan kepada petani untuk meningkatkan usahanya, sehingga nantinya akan timbul keterkaitan antara petani teh dengan pabrik teh. (LS)

 

 

Sumber: ANTARA (07/09/1987)

 

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 530-531.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.