MENLU RI TTG FILIPINA CALON DITJEN UNESCO

MENLU RI TTG FILIPINA CALON DITJEN UNESCO

 

 

Indonesia menyambut baik keputusan Filipina yang menarik kembali calonnya untuk menduduki jabatan Direktur Jenderal Organisasi Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Kebudayaan PBB (Unesco).

Menteri Luar Negeri Mochtar Kusumaatmadja mengatakan kepada pers hari Jum’at bahwa keputusan Manila itu merupakan pencerminan betapa tinggi rasa solidaritas negeri itu bagi keutuhan ASEAN dan hubungan antara Indonesia dan Filipina.

Dr. Soedjatmoko, bekas Rektor Universitas PBB Tokyo dari Indonesia, saat ini praktis sebagai calon tunggal ASEAN untuk menduduki jabatan Dirjen Unesco setelah hari Rabu Filipina menyatakan membatalkan pencalonan Ny Rosario Manalo, yang saat ini adalah Dubes Filipina untuk Brussels dan Masyarakat Eropa.

”Filipina telah menunjukkan sekali lagi bahwa mereka menjunjung tinggi solidaritas ASEAN juga hubungan persahabatan antara kedua negara,” demikian Mochtar.

Unesco akan memilih pimpinan baru bulan November karena ketua yang sekarang Amadou Mahtar M’bow telah menyatakan bahwa dirinya tidak akan mengajukan pencalonan untuk masa jabatan ketiga.

Masa jabatan M’bow akan berakhir tahun depan dan berdasarkan sistem yang diterapkan Unesco, sekarang ini adalah giliran Asia untuk mengetuai organisasi itu.

Ada dua calon dari Asia, pada saat ini, yakni Soedjatmoko dan Menlu Pakistan Sahabzada Yaqub Khan, yang menurut para diplomat memperoleh dukungan penuh dari Amerika Serikat

Mochtar menolak mengomentari prospek Soedjatmoko, namun yang jelas, katanya, ASEAN akan mendukung penuh Soedjatmoko.

Usaha-usaha untuk “menggolkan” calon ASEAN dari Indonesia itu telah dilakukan melalui saluran diplomatik, namun itu masih harus didukung oleh usaha Soedjatmoko untuk mengadakan temu muka dengan orang-orang penting di lingkungan PBB.

Mochtar menerima Dubes Filipina yang menyampaikan surat Menlu Salvador Laurel yang isinya berupa pemberitahuan resmi mengenai penarikan pencalonan itu. Lebih dari itu, Filipina telah memerintahkan kepada Ny. Manalo untuk mendukung calon Indonesia sepenuhnya.

Mochtar pada hari Kamis kembali dari Korea Utara setelah mengadakan kunjungan empat hari atas undangan Menlu Kim Yong Nam dan telah melaporkan kunjungan itu kepada Presiden Soeharto Jum’at malam.

Pertemuan tidak resmi antara yang terlibat dengan menanggalkan masing-masing jabatan itu terkenal dengan gagasan “cocktail party.”

Saat ini terdapat sekitar 140.000 tentara pendudukan Vietnam di Kampuchea, bertujuan mendukung pemerintahan Heng Samrin yang berdiri akhir 1978 setelah tentara Vietnam itu menggulingkan pemerintahan Khmer Merah.

Mochtar, juru bicara ASEAN dalam berbagai perundingan dengan Vietnam, beberapa kali menekankan bahwa pertemuan informal itu setidak-tidaknya akan merupakan langkah awal bagi penyelesaian masalah yang paling menonjol di kawasan Asia Tenggara itu.

Akhir bulan ini, Mochtar akan berangkat ke Hanoi atas undangan Menlu Nguyen Co Thach sedangkan Sihanouk akan pergi ke Beijing 28 Agustus – 1 September atas undangan pemerintahan Cina. Selama di Hanoi, pembicaraan diharapkan akan berkisar pada masalah usaha-usaha penyelesaian masalah Kampuchea itu. (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (10/07/1987)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 163-164.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.