MENLU MOCHTAR MENDIKBUD TENTANG DIPLOMASI LN

MENLU MOCHTAR MENDIKBUD TENTANG DIPLOMASI LN

 

 

Pemerintah tanggal 21 Mei mendatang akan mengumumkan berbagai langkah yang hendak dilakukan dalam rangka memanfaatkan kebudayaan sebagai sarana diplomasi luar negeri, untuk lebih memperkenalkan Indonesia di dunia luar.

Perkembangan gagasan “diplomasi kebudayaan” tersebut hari Kamis dilaporkan kepada Presiden Soeharto oleh Menlu Mochtar Kusumaatmadja bersama Mendikbud Fuad Hassan di Bina Graha Jakarta.

Mochtar menjelaskan kepada wartawan, gagasan tersebut mulai dikembangkan di Depertemen Luar Negeri sewaktu Fuad Hassan menjabat kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Deplu.

“Ini hal menarik. Pada zaman Orde Lama kita terlalu menekankan pada segi politik dalam upaya diplomasi luar negeri Indonesia, kemudian dalam Orde Baru sekarang penekanannya pada ekonomi karena memang sesuai dengan alam pembangunan. Kini kita ingin menambah dengan kebudayaan,” ujarnya.

Dalam mengembangkan kebudayaan diplomasi, ujar Mochtar, Indonesia ingin lebih banyak memberi, karena bangsa ini cukup kaya dalam bidang kebudayaan dan seni.

Menteri Fuad Hassan menambahkan, kekayaan warisan budaya dapat dimanfaatkan sebagai cara memperkenalkan Indonesia lebih luas ke dunia luar.

“Kita ingin menonjolkan Indonesia sebagai kesatuan budaya dalam arti seluas-luasnya,” ujar Mendikbud.

Hal yang sedang dipikirkan sekarang, menurut Fuad, memilih mitra yang tepat di luar negeri untuk dapat melaksanakan “diplomasi kebudayaan” itu dengan tidak terlalu membebani anggaran pemerintah.

Depdikbud akan menjadi penunjang diplomasi yang memanfaatkan seni budaya tersebut.

Atas pertanyaan wartawan, Menlu Mochtar mengatakan diplomasi melalui politik dan ekonomi selama ini cukup berhasil. ”Namun kehidupan kan tidak hanya politik dan ekonomi,” tambahnya.

Pemerintah, katanya, sedang mempersiapkan suatu peristiwa cukup besar di bidang “diplomasi kebudayaan” itu yang akan diumumkan tanggal 21 Mei mendatang.

Ia mengatakan, usaha yang akan dilakukan akan lebih luas dan lengkap ketimbang pengiriman misi-misi kesenian serta budaya ke negara lain. (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (07/05/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 125.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.