MENLU AS BERHARAP PAK HARTO MUNDUR

MENLU AS BERHARAP PAK HARTO MUNDUR[1]

 

Washington, Merdeka

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Madeleine Albright, kemarin mengatakan, Presiden Soeharto demi mempertahankan kharismanya, sebaiknya mengundurkan diri. Ini juga berguna untuk mempersiapkan Indonesia menuju era yang lebih demokratis.

Dalam pidatonya pada acara wisuda di Akademi Coast Guard di New London. Albright mengatakan, Presiden Soeharto memang selayaknya mundur dari jabatan presiden yang sudah dipegangnya selama 32 tahun.

“Ini adalah kesempatan bersejarah bagi Soeharto sebagai negarawan untuk mundur dengan baik demi negara dan bangsa Indonesia.” katanya.

“Dengan mengundurkan diri berarti Presiden Soeharto secara langsung turut menyiapkan langkah-langkah konkrit menuju demokrasi.” tambahnya.

Selain itu, pemerintah Amerika Serikat menganggap bahwa rencana Presiden Soeharto untuk menyelenggarakan kembali Pemilu dengan undang-undang yang baru seharusnya telah lama dilakukan (long overdue).

“Dan seandainya saja akan dilangsungkan Pemilu, maka kami ingin melihat bahwa Pemilu itu harus bebas, jujur dan bisa dipercaya.” kata James P Rubin, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, kemarin.

Wartawan Merdeka di Washington Irawan Nugroho melaporkan dalam jumpa persnya, Selasa kemarin, Rubin menegaskan kembali pernyataan Presiden Clinton bahwa dengan memberikan kepercayaan kepada rakyat Indonesia dalam soal politik akan membawa sumbangan yang sangat berarti bagi stabilitas.

“Sebab itu kami menginginkan suatu rancangan reformasi yang tepat waktu dan bisa dipercaya.” kata Rubin.

Menurut Rubin, pemerintah AS sejak lama telah menyerukan agar dilangsungkan Pemilu kembali di Indonesia dengan bebas, jujur dan bisa dipercaya.

“Kami tidak akan ingin terikat dengan reformasi politik tanpa adanya dialog antara rakyat dan pemerintah yang selama ini kami serukan. Hal itu tidak akan terjadi hanya dengan menyampaikan pidato. Ini membutuhkan program reformasi dan dialog yang benar dengan rakyat.” kata Rubin.

Menjawab pertanyaan apakah Presiden Soeharto benar-benar akan turun. Rubin mengatakan bahwa dari pidatonya terlihat jelas muncul indikasi bahwa ada niat untuk mengundurkan diri.

“Namun sandiwara ini belum terungkap dengan jelas. Ini adalah sebuah awal dari sebuah adegan yang sangat penting dalam sejarah Indonesia dan adegan pertama mungkin terlihat dalam pidatonya. Tapi ada beberapa adegan lain yang belum terungkap, termasuk prospek dari demonstrasi besok.” kata Rubin.

Apakah pernyataan Pak Harto ini bisa dipercaya?

“Kita semua akan mengetahui apa yang akan terungkap dalam beberapa minggu mendatang. Kami tidak mengetahui secara khusus kapan tepatnya dia akan mengundurkan diri sesuai dengan rencananya. Yang bisa saya tangkap adalah bahwa dia akan mundur secepat mungkin.” kata Rubin.

Sebab itu, lanjut Rubin, yang menjadi masalah sekarang ini adalah bukan soal apakah kata-katanya bisa dipercaya, tapi apakah situasi politik Indonesia akan berubah dengan indikator-indikator awal yang dikemukakannya mengenai apa yang akan dilakukannya.

“Yang bisa kami katakan adalah, kami menginginkan penyelesaian politik di Indonesia. Kami tidak akan mendikte suatu penyelesaian politik untuk mereka. Reaksi umum kami adalah bahwa reformasi politik seharusnya sudah sejak lama dilakukan.” Kata Rubin.

Menurut Rubin, Indonesia membutuhkan reformasi ekonomi dan politik untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Selain itu juga perlu pembenahan tatanan tanpa terjadi kekerasan dan dibukanya suatu dialog bagi reformasi politik.

Kami yakin dialog ini dan program reformasi harus dimulai secepat mungkin, sehingga rakyat Indonesia bisa bekerja sama untuk menentukan arah reformasi tersebut.” tambahnya.

Ditanya soal pemimpin Indonesia yang baru nantinya, Rubin mengatakan bahwa siapapun pemimpin di Indonesia yang muncul nantinya harus mendapat dukungan yang kuat dari rakyat. Ini sesuai dengan hasil dari dialog dan reformasi yang dikatakan oleh Presiden Clinton dan Menlu Madeleine Albright.

“Kami tidak mempunyai anjuran politik (political fix) dalam benak kami. Yang kami miliki adalah sebuah proses di mana reformasi dan dialog sebuah unsur yang penting dalam menciptakan suatu kepemimpinan politik yang sah dan stabil.” kata Rubin.

Sumber : MERDEKA (21/05/1998)

_________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 449-450.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.