MENKOP : “TERSERAH EDI SWASONO, MAU TERIMA ATAU TIDAK”

MENKOP : “TERSERAH EDI SWASONO, MAU TERIMA ATAU TIDAK”[1]

 

Jakarta, Antara

Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil Subiakto Tjakrawerdaja mengungkapkan bahwa Presiden Soeharto hari Selasa (3/6) telah mengeluarkan Keppres No 21 mengenai perubahan AD dan ART Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin).

“Tergantung EdiSwasono, mau menerimanya atau tidak.” kata Subiakto kepada pers di Bina Graha, Rabu menjelang berlangsungnya Sidang Kabinet Bidang Ekku, Wasbang dan Prodis.

Subiakto mengatakan dahulu AD dan ART Dekopin hanya diatur oleh keputusan menteri. Keputusan terakhir ditandatangani tahun 1978oleh Menteri Tenaga Kerja dan Koperasi Subroto. Sekarang dengan dikeluarkannya Keppres itu, maka Dekopin diatur oleh lembaga yang lebih tinggi.

Dekopin yang dipimpin Sri Edi Swasono menantu Bapak Koperasi almarhum Bung Hatta mengalami kemelut mengenai perlu tidaknya lembaga ini memperbaiki AD dan ART nya.

Dalam sebuah suratnya kepada pimpinan Dekopinwil di seluruh tanah air tertanggal 28 Mei tahun 1997, Edi Swasono mengatakan,

“Perubahan AD/ART hanya bisa dilakukan melalui rapat anggota.”

Namun, kemudian ia berkata,

“Sebenamya masalah AD/ART Dekopin akan dapat menjadi lebih mudah dan terselesaikan dengan cepat apabila pemerintah sendiri yang menetapkan. Apabila pemerintah menetapkan AD/ART untuk Dekopin, hal ini berarti untuk kepentingan nasional yang lebih besar.”

Sekjen Depkop dan PK Poedjajadi tanggal 19 Mei 97 mengeluarkan sebuah surat yang menyatakan bahwa Dekopin belum menyesuaikan AD/ART-nya dengan UUNo 25/ 1992 tentang Perkoperasian.

“Berdasarkan hal tersebut, kami mohon kepada seluruh menteri Kabinet Pembangunan VI untuk sementara tidak menanggapi imbauan, ucapan atau bentuk Kerjasama apa pun dengan Dekopin.” demikian isi surat sekjen Depkop itu.

Ketika mengomentari pembentukan “Badan Musyawarah” oleh sejumlah anggota Dekopin sebagai akibat pertentangan mereka dengan Edi Swasono itu, Menkop mengharapkan dengan keluamya Keppres tersebut persoalan di dalam Dekopin bisa dituntaskan.

Sumber : ANTARA (04/06/1997)

________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 370-371.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.