MENKOP : KADIN MESTI JADI PELOPOR KEMITRAAN

MENKOP : KADIN MESTI JADI PELOPOR KEMITRAAN[1]

 

Medan, Antara

Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil Drs. Subiakto Tjakrawerdaya mengatakan, Kadin sebagai wadah organisasi dunia usaha harus bisa berperan sebagai pelopor dalam merealisasi program kemitraan.

“Peranan Kadin dalam memelopori program kemitraan antara pengusaha besar dan pengusaha kecil, menengah dan koperasi niscaya sangat efektif.” katanya seusai menyaksikan penandatanganan naskah persepahaman (MOU) antara pengusaha besar Kelompok Jimbaran dan pengusaha kecil/koperasi se-Sumatera Utara di Medan, Jumat.

Ia menyatakan bahwa di dalam organisasi Kadin tergabung baik pengusaha besar maupun pengusaha kecil dan menengah, sehingga akan memudahkan terciptanya proses kemitraan diantara sesama dunia usaha yang didasarkan atas prinsip saling menguntungkan.

Selama ini, menurut Soebiakto, program kemitraan yang bertujuan memberdayakan pengusaha kecil dan koperasi agar menjadi pelaku ekonomi yang tangguh, mandiri dan profesional masih mengandalkan peranan pemerintah.

Gerakan kemitraan yang telah dicanangkan Presiden Soeharto pada 15 Mei 1996 perlu terus ditumbuhkembangkan di kalangan sektor dunia usaha, tegasnya.

“Itu guna mewujudkan peran serta pengusaha kecil dan koperasi dalam pembangunan ekonomi nasional.” katanya.

Program kemitraan juga memiliki peran sangat penting dalam upaya pemerataan dan memperkuat pertumbuhan ekonomi dan dalam upaya menghadapi globalisasi yang diperkirakan bakal semakin kompetitif dan komparatif.

Oleh sebab itu, ia berpendapat, keberadaan pengusaha kecil dan koperasi melalui program kemitraan ini tidak hanya menyangkut bantuan modal usaha, melainkan dalam bentuk pembinaan manajemen, alih teknologi dan pemasaran.

Soebiakto juga mengatakan bahwa program kemitraan tidak dapat direalisasi atau dievaluasi dalam waktu singkat. Namun, ia mengatakan bahwa untuk mempercepat realisasi kemitraan usaha ini, sektor dunia usaha yang menjalin kemitraan haruslah mampu menciptakan sikap saling proaktif.

“Selain itu, Kadin dan termasuk Pemda setempat mesti ikut berperan dalam memprakarsai terwujudnya program kemitraan sesuai dengan sasaran yang disepakati oleh kedua belah pihak.” katanya.

MOU tersebut menyepakati kerjasama kemitraan antara Kelompok Jimbaran dan para pengusaha kecil/koperasi Sumut sebesar Rp 54,34 miliar, sementara dari 14 pengusaha besar se-Sumut nilai kemitraannya mencapai Rp 758, 122 miliar.

Sumber : ANTARA (09/05/1997)

_________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 356-357.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.