MENKES: TAHUN 2000 KEMATIAN BAYI 45 PER 100 KELAHIRAN

MENKES: TAHUN 2000 KEMATIAN BAYI 45 PER 100 KELAHIRAN

 

Denpasar, Antara

Angka kematian bayi di Indonesia pada tahun 2000, diharapkan turun menjadi 45 kematian perinatal (mati baru lahir atau sampai umur satu bulan) untuk setiap 1000 kelahiran hidup.

Menteri Kesehatan, dr. Adhyatma MPH diwakili staf ahli menteri, dr. Soeyono Yahya, mengemukakan hal itu pada pembukaan Kongres Perinatologi Asia Oceania Ke- V di Sanur, Bali, Rabu malam.

Menteri menilai, dalam upaya menekan angka kematian bayi menjadi 45 dari angka rata-rata nasional, yang saat ini mencapai 70 kematian untuk setiap 1000 kelahiran hidup, peranan kalangan dokter ahli kebidanan dan kandungan (obstetri dan ginekologi), merupakan yang paling penting.

“Bagi Indonesia, serta umumnya negara-negara berkembang yang masih menghadapi tingginya angka kematian bayi, sangat mengharapkan peran serta lembaga-lembaga non-pemerintah yang bergerak dibidang kesehatan, untuk bekerjasama dengan pemerintah memikirkan masalah perinatologi,” katanya.

Masalah-masalah yang hams dipikirkan secara matang itu adalah menanggulangi kelahiran dengan berat badan rendah tetapi masih bisa hidup, serta bagaimana memperlambat bayi prematur (belum cukup umur) menjadi lahir matur (cukup umur), tambah Menteri.

 

Kesehatan Ibu

Mengutip imbauan Presiden Soeharto ketika membuka Simposium Kesejahteraan Ibu dan Anak, Menkes mengingatkan bahwa bayi bisa selamat kalau kesehatan ibu juga baik.

“Oleh sebab itu, guna mencapai keselamatan kelahiran bayi dan ibu, diutamakan tiga pendekatan, yakni pendekatan keluarga berencana, pendekatan peningkatan kesehatan ibu dan anak (KIA), serta pendekatan perbaikan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Bali, Ida Bagus Mantra yang membuka resmi kongres tersebut mengharapkan agar dalam Pertemuan Ahli Perinatologi itu, dihasilkan rumusan-rumusan atau pun cara-cara efektif untuk menekan angka kematian bayi.

Menurut Gubernur, Bali cukup-cukup berhasil dalam upaya menekan angka kematian bayi, karena angkanya dibawah angka rata-rata nasional, yakni hanya mencapai 40 kematian untuk setiap 1000 kelahiran hidup.

Kongres Perinatologi Asia Oceania Ke- V itu berlangsung selama tiga hari, 7-9 Juli, dan diikuti sekitar 350 peserta dari kalangan ahli kebidanan, kandungan dan staf peneliti kesehatan di negara kawasan Asia.

 

 

Sumber : ANTARA (07/07/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 505-506.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.